“Selamat ulang tahun Jakarta tercinta. Kita mengharapkan Jakarta menjadi kota global, berbudaya, dan semakin maju.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kevin Wu menyoroti masih tingginya angka kebakaran dan kriminalitas yang dinilainya masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jakarta yang hari ini, Senin (22/602026) merayakan HUT ke-499 tahun.
Menurut Kevin Wu, berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar Jakarta dapat berkembang menjadi kota global yang maju, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
“Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun Jakarta tercinta. Kita mengharapkan Jakarta menjadi kota global, berbudaya, dan semakin maju,” kata Kevin usai rapat paripurna peringatan HUT ke-499 Jakarta, Senin (22/6/2026).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan Kevin adalah tingginya kasus kebakaran di Jakarta. Ia menyebut hingga saat ini tercatat sebanyak 625 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah, dengan sebagian besar menimpa kawasan permukiman penduduk.
Kevin menilai dampak kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengakibatkan warga kehilangan tempat tinggal dan bahkan korban jiwa.
“Peristiwa kebakaran tentu menciptakan banyak kerugian. Mereka kehilangan tempat tinggal yang ludes dilalap api. Secara materi, untuk membangun kembali tidak mudah bagi mereka,” ujarnya.
Ia juga menyinggung sejumlah peristiwa kebakaran yang menelan korban jiwa, termasuk kebakaran di kawasan Jalan Citarum, Gambir, yang menyebabkan seorang lanjut usia meninggal dunia pada awal Juni lalu.
Menurut Kevin, upaya penanganan kebakaran di Jakarta masih menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kemacetan lalu lintas dan kondisi permukiman padat dengan material bangunan yang mudah terbakar sehingga mempercepat perambatan api.
Ia mencontohkan kebakaran yang terjadi di kawasan Jiung, Kemayoran, yang menghanguskan ratusan rumah karena api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.
Selain itu, Kevin menyoroti perilaku sebagian warga yang dinilai justru menghambat proses pemadaman, seperti berkerumun untuk menonton kebakaran hingga memarkir kendaraan di akses jalan yang dilalui mobil pemadam.
“Hal seperti ini harus terus diingatkan kepada masyarakat karena dapat menghambat proses penanganan kebakaran,” katanya.
Kevin juga meminta pengelola gedung perkantoran meningkatkan standar keselamatan kebakaran, termasuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) dan jalur evakuasi yang memadai.
Ia berharap insiden kebakaran di gedung perkantoran yang menimbulkan korban jiwa tidak terulang kembali.
Kriminalitas
Selain persoalan kebakaran, Kevin turut menyoroti tingkat kriminalitas yang menurutnya masih menjadi tantangan bagi Jakarta.
Ia menilai aksi tawuran pelajar belakangan ini semakin mengkhawatirkan karena kerap melibatkan senjata tajam.
Legislator Dapil Jakarta 10 itu menilai sanksi pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi pelajar yang terlibat tawuran perlu disertai langkah pembinaan lain agar memberikan efek jera.
“Hukuman penarikan KJP sudah bagus. Namun, belum tentu membuat mereka sadar untuk tidak tawuran lagi. Perlu ada upaya lain agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Kevin.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus kejahatan jalanan, termasuk aksi begal yang masih terjadi pada malam hari.
Karena itu, Kevin mendorong aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli, terutama pada jam-jam rawan, guna menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Kejahatan pada malam hari seperti begal juga membuat Kevin prihatin. Ia mendorong agar Kepolisian rajin melakukan patroli malam hari,” katanya.
Ia menambahkan, dari pekerjaan rumah tersebut tak hanya menjadi catatan saja. Semua harus dituntaskan agar warga Jakarta aman dan nyaman.
“Upaya pencegahan kebakaran dan penanggulangan kriminalitas harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat agar Jakarta dapat berkembang menjadi kota yang lebih aman dan berdaya saing,” pungkasnya.(red)










