TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – Bupati Tangerang Banten, Moch Maesyal Rasyid mendapat arahan dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat untuk menanggani kebakaran Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah di Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, setelah menteri mengunjungi langsung ke lokasi.
“Adapun lokus atau titik spot yang terdampak langsung oleh api seluas kurang lebih 15 hektare dan posisinya tidak menyebar ke seluruh kawasan,” kata Maesyal di Mauk, Minggu (5/7/2026).
Bupati Tangerang mengatakan dari total luas lahan TPA Jatiwaringin yang mencapai 33 hektare, area aktif sampah adalah sebesar 27 hektare. Ia bilang melalui evaluasi dan monitoring langsung di lapangan, titik api yang membara berhasil ditekan secara drastis dari semula mencapai 70 persen kini tersisa 3,6 persen
Namun keberhasilan pemadaman itu merupakan kolaborasi intensif antara Pemkab Tangerang, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), BNPB, Manggala Agni, TNI/Polri, serta seluruh relawan.
Ia menjelaskan pihaknya bergerak cepat sejak hari pertama hingga saat ini dan Pemkab Tangerang langsung menerbitkan SK Status Darurat yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan bahwa pemadaman secara paralel melalui jalur darat dan udara mengunakan helikopter.
Masih kata Maesyal dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat, merupakan prioritas utama bahwa sejak hari pertama, Dinas Kesehatan, Camat, dan Puskesmas setempat telah disiagakan 24 jam secara bergiliran di dua posko utama, yaitu Desa Raja Pulia dan Desa Tanjakan Mekar.
Data Dinas Kesehatan, sebanyak 210 warga telah mendapatkan pemeriksaan medis maka ditemukan 72 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan yang seluruhnya telah ditangani secara tuntas di tingkat Puskesmas tanpa memerlukan rujukan ke rumah sakit.
Demikian pula semua kebutuhan logistik dan konsumsi sehari-hari bagi warga yang terdampak asap juga dipastikan terpenuhi melalui koordinasi kepala desa dan camat.
Sementara itu, Menteri LH, Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang berjuang di lapangan atas penurunan signifikan titik api yang kini menyisakan 3,6 persen.
“Saya juga sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan untuk memastikan dukungan penuh bagi penanganan kesehatan warga terdampak. Prinsipnya negara harus hadir melindungi manusia di atas segalanya,” kata Jumhur.
Jumhur mengingatkan kebakaran TPA dengan sistem “open dumping” (pembuangan terbuka) adalah sebuah bencana buatan manusia yang sebenarnya bisa dihindari.
Di Indonesia, saat ini masih terdapat sekitar 400 TPA dengan sistem open dumping yang memiliki risiko serupa akibat kandungan gas metan di dalam tumpukan sampah yang sangat mudah tersambar api, demikian Jumhur Hidayat. (WAR/04)










