SUDUTPANDANG.ID – Serangkaian serangan udara Israel kembali merenggut nyawa warga sipil di Jalur Gaza pada Rabu (15/7/2026). Sedikitnya 13 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang anak perempuan berusia enam tahun, di tengah belum tercapainya kesepakatan lanjutan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Menurut otoritas kesehatan Palestina, salah satu serangan terjadi di Deir al-Balah dan menewaskan Omar Abu Qassem, istrinya Asma, serta putri mereka yang masih berusia enam tahun. Putra pasangan itu selamat, tetapi mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.
Melansir TRT World, Kamis (16/7/2026), serangan lain dilaporkan menghantam kawasan Sheikh Radwan di Kota Gaza. Insiden tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.
Hingga kini, militer Israel belum memberikan pernyataan mengenai laporan serangan tersebut.
Gelombang kekerasan terbaru terjadi ketika upaya diplomatik untuk melanjutkan gencatan senjata masih menemui jalan buntu.
Hamas sebelumnya telah menyelesaikan putaran baru perundingan di Kairo yang dimediasi Mesir, Turki dan Qatar.
Sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi menyebut pembahasan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza belum menghasilkan kesepakatan.
Rencana tahap kedua gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat antara lain mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza, pengerahan pasukan keamanan internasional, serta dimulainya proses rekonstruksi wilayah. Namun, pelaksanaannya masih tertunda karena perbedaan sikap kedua belah pihak.
Hamas menyatakan tidak akan melanjutkan ke tahap berikutnya sebelum Israel menjalankan seluruh komitmen pada tahap pertama, termasuk menarik pasukan ke garis yang telah disepakati. Kelompok tersebut juga menuduh Israel masih memperluas penguasaan wilayah di Gaza.
Otoritas kesehatan Palestina mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan, sedikitnya 1.123 warga Palestina dilaporkan tewas dan 3.616 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlanjut.
Secara keseluruhan, otoritas tersebut menyebut jumlah korban tewas sejak konflik kembali pecah pada Oktober 2023 telah melampaui 73.000 orang.
Bertambahnya korban sipil di tengah proses negosiasi yang belum membuahkan hasil memperlihatkan besarnya dampak kemanusiaan yang masih harus dihadapi masyarakat Gaza.(red)










