Kenneth Dorong Jakarta Ramah Disabilitas

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menegaskan pentingnya mewujudkan Jakarta yang inklusif dengan menjamin hak-hak anak penyandang disabilitas. (Foto: IST/SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menegaskan pentingnya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dengan menjamin hak-hak penyandang disabilitas, khususnya anak-anak.

Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan meraih cita-cita tanpa diskriminasi, terlepas dari kondisi fisik yang dimiliki.

Pernyataan tersebut disampaikan Hardiyanto Kenneth saat melaksanakan kegiatan reses di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurut Kenneth, anak-anak penyandang disabilitas tidak pernah memilih untuk lahir dengan keterbatasan.

Karena itu, mereka membutuhkan kesempatan yang sama, dukungan dari lingkungan, serta akses terhadap pelayanan publik yang layak agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Anak-anak penyandang disabilitas tidak pernah meminta dilahirkan dengan keterbatasan. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan yang sama, lingkungan yang menerima mereka, serta dukungan agar bisa berkembang sesuai potensinya,” ujar Kenneth.

Politikus DPRD DKI Jakarta itu menilai ukuran kemajuan sebuah kota tidak hanya dilihat dari pembangunan gedung pencakar langit maupun infrastruktur modern.

Lebih dari itu, kota yang maju harus mampu memberikan perlindungan dan kesempatan yang setara kepada seluruh warganya.

BACA JUGA  Bupati Asahan Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1447 H

Menurutnya, penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat dan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, fasilitas umum, hingga kesempatan berkarya.

“Kota yang benar-benar maju adalah kota yang mampu melindungi dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warganya, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa anak-anak penyandang disabilitas bukanlah beban, melainkan bagian dari masa depan bangsa yang memiliki potensi besar apabila memperoleh pendampingan, pendidikan, dan kasih sayang yang memadai.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dengan penuh harapan, bukan dengan keterbatasan,” tegasnya.

Selain menyampaikan komitmennya terhadap isu disabilitas, Kenneth juga meninjau pembangunan saluran air di Jalan Asia Baru Kepa Listrik RT 06 RW 04, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam Reses Ke-I Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026.

Menurut Kenneth, pembangunan saluran air di kawasan tersebut diharapkan mampu mengurangi genangan saat musim hujan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga.

“Bagi saya, setiap aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus diperjuangkan sampai benar-benar dirasakan manfaatnya. Karena itu saya ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan warga,” ujarnya.

BACA JUGA  Kaca Mata Pengamat Perbandingan Coach STY dengan Satoru

Di sela-sela peninjauan proyek saluran air, Kenneth menerima laporan dari seorang warga bernama Handoyo mengenai kondisi keluarganya.

Handoyo menyampaikan bahwa istrinya sedang sakit, sementara anak mereka merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu serta pendampingan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Mendengar cerita tersebut, Kenneth langsung mengunjungi rumah keluarga tersebut untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus memastikan bantuan yang dapat diberikan sesuai ketentuan pemerintah.

Dalam kunjungannya, Kenneth berkomitmen membantu proses pengurusan kartu penyandang disabilitas, memfasilitasi pengadaan tongkat sebagai alat bantu latihan berjalan dan berjemur, serta mengidentifikasi kebutuhan lain yang dapat diperjuangkan melalui jalur resmi.

“Seperti ini saya senang karena bisa mengetahui langsung kebutuhan warga. Kita akan fasilitasi pengurusan kartu disabilitas, membantu pengadaan tongkat untuk latihan berjalan dan berjemur, serta melihat kebutuhan lain yang memang bisa kita perjuangkan,” katanya.

Kenneth menegaskan tugas anggota legislatif tidak hanya mengawasi pembangunan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dan perhatian ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi, terutama bagi keluarga yang memiliki anak penyandang disabilitas agar mereka tidak merasa berjuang sendirian.

“Kalau ada warga yang kesulitan, apalagi anak penyandang disabilitas, pemerintah harus hadir. Mereka jangan sampai merasa sendirian. Kita harus memastikan hak-haknya terpenuhi dan mereka mendapatkan pelayanan yang layak,” ujarnya.

BACA JUGA  Korem 081/DSJ Diuji dalam Simulasi Penanganan Gempa di Samudera Pasifik

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi bukti bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perhatian, pelayanan, dan perlindungan tanpa diskriminasi.

Kenneth juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas dengan menciptakan lingkungan yang lebih ramah, inklusif, dan bebas stigma.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar penyandang disabilitas dapat hidup mandiri, percaya diri, serta memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, komunitas, dan masyarakat, Jakarta diharapkan mampu menjadi kota yang benar-benar inklusif, di mana seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak dan kesempatan yang setara untuk berkembang serta berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.