JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pelatih anyar Garudayaksa FC, Milos Joksic, mengungkapkan filosofi permainan yang akan diterapkannya untuk menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Juru taktik asal Serbia itu menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi fondasi utama dalam membangun tim promosi tersebut agar mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Melalui pernyataan yang disampaikan dalam unggahan resmi Garudayaksa FC, Kamis (23/7/2026), Joksic menjelaskan bahwa disiplin menjadi prinsip dasar yang akan diterapkan kepada seluruh pemain, baik saat bertahan maupun menyerang.
Menurutnya, setiap pemain harus memahami peran masing-masing di setiap area lapangan sehingga tim mampu bermain sebagai satu kesatuan yang solid selama 90 menit.
“Pertama, filosofi melatih sangatlah penting bagi saya. Kedisiplinan, disiplin di setiap bagian lapangan,” ujar Milos Joksic.
Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut mengatakan filosofi kepelatihannya dibentuk dari pengalaman belajar bersama sejumlah pelatih papan atas Eropa, termasuk ketika mengikuti pendidikan lisensi kepelatihan UEFA Pro.
Salah satu sosok yang memberikan pengaruh besar terhadap cara pandangnya dalam melatih adalah pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp, ketika masih menangani Borussia Dortmund.
Joksic mengaku banyak mempelajari bagaimana membangun tim yang memiliki organisasi permainan kuat, disiplin tinggi, serta mampu bermain kolektif dalam berbagai situasi pertandingan.
Selain disiplin, mantan pelatih Uthai Thani itu juga ingin Garudayaksa FC tampil dominan melalui penguasaan bola. Menurutnya, filosofi tersebut sering dikaitkan dengan konsep total football, yakni permainan yang menuntut seluruh pemain aktif dalam menyerang maupun bertahan.
Ia berharap Garudayaksa FC tidak hanya mampu menguasai jalannya pertandingan, tetapi juga tampil produktif dalam mencetak gol tanpa mengabaikan keseimbangan lini pertahanan.
“Mereka sering menyebut dengan istilah total football pada filosofi ini. Saya ingin tim saya memiliki penguasaan bola. Saya ingin tim saya mencetak banyak gol. Namun, saya juga ingin tim saya memiliki banyak clean sheets,” jelas Joksic.
Menurutnya, keseimbangan antara produktivitas lini depan dan kekuatan pertahanan menjadi salah satu kunci meraih hasil positif sepanjang musim kompetisi.
Karena itu, seluruh pemain dituntut memiliki respons yang cepat ketika kehilangan maupun menguasai bola. Joksic menilai keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga kemampuan seluruh pemain bekerja sama sebagai satu unit.
“Ini berarti setiap bagian pada lapangan, tim saya harus bereaksi. Di setiap bagian lapangan, tim saya harus bermain baik dan bersama-sama. Ini tentang semangat tim. Tingginya level ini pasti membawa kesuksesan,” katanya.
Milos Joksic resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Garudayaksa FC menggantikan Widodo C. Putro yang sebelumnya membawa klub tersebut menembus kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.
Manajemen Garudayaksa FC berharap pengalaman internasional yang dimiliki Joksic mampu meningkatkan daya saing tim dalam menghadapi tantangan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Pelatih berkebangsaan Serbia tersebut bukan nama baru di kawasan Asia Tenggara. Sejak 2010, Joksic membangun karier kepelatihannya di Liga Thailand dengan menangani sejumlah klub, seperti Rajpracha FC, Muangthong United, hingga Uthai Thani.
Pengalaman panjang di kompetisi Thailand menjadi salah satu alasan utama Garudayaksa FC merekrut Joksic. Manajemen menilai karakter kompetisi Thailand yang kompetitif dapat menjadi modal berharga dalam membangun tim yang siap bersaing di Indonesia.
Pada musim 2025/2026, Joksic menangani Uthai Thani di kasta tertinggi Liga Thailand. Selama musim tersebut, ia memimpin tim dalam 27 pertandingan dengan rata-rata perolehan 1,26 poin per laga.
Catatan tersebut menunjukkan kemampuannya dalam membangun organisasi permainan yang kompetitif meski menghadapi persaingan ketat di liga yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, tantangan baru menanti Joksic bersama Garudayaksa FC. Sebagai tim promosi, klub tersebut diprediksi akan menghadapi persaingan sengit melawan klub-klub yang telah lebih dahulu berpengalaman di BRI Super League.
Meski demikian, Joksic optimistis filosofi permainan berbasis disiplin, penguasaan bola, dan semangat kolektif mampu membantu Garudayaksa FC tampil kompetitif sepanjang musim.
Ia berharap seluruh pemain dapat memahami konsep permainan yang diterapkannya sejak awal persiapan sehingga tim memiliki identitas yang jelas ketika kompetisi dimulai.
Dengan kombinasi pengalaman internasional, pendekatan taktik modern, serta komitmen membangun budaya disiplin, Garudayaksa FC berharap mampu menciptakan kejutan pada musim debut mereka di BRI Super League 2026/2027 sekaligus membuktikan diri sebagai salah satu tim yang layak diperhitungkan di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia.(09/AGF)










