PSSI Tunda Kongres Pemilihan 2027 ke Juli

PSSI resmi mengundur pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan 2027 dari Mei menjadi Juli 2027. (Foto: Pribadi/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi mengundur jadwal Kongres Biasa Pemilihan 2027 dari semula direncanakan berlangsung pada Mei menjadi Juli 2027.

Keputusan tersebut disepakati dalam Kongres Biasa PSSI 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan organisasi, kelancaran kompetisi, serta efektivitas proses pemilihan kepengurusan federasi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan perubahan jadwal dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai agenda strategis organisasi, termasuk tahapan pemilihan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dan berakhirnya seluruh kompetisi sepak bola nasional pada pertengahan tahun 2027.

“Keputusan untuk menyesuaikan jadwal Kongres Pemilihan dari Mei ke Juli 2027 diambil demi memastikan kesiapan organisasi dan keberlangsungan kompetisi,” kata Erick Thohir dalam konferensi pers usai Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Erick, perubahan jadwal tersebut bukan sekadar penyesuaian waktu, tetapi merupakan langkah strategis agar seluruh tahapan organisasi berjalan lebih tertata. Dengan demikian, proses pemilihan kepengurusan PSSI dapat berlangsung secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan statuta federasi.

Erick menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pengunduran jadwal adalah pelaksanaan pemilihan pengurus Asprov PSSI yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga November 2026.

Pemilihan di tingkat provinsi dinilai menjadi tahapan penting karena hasilnya akan menentukan kepengurusan daerah yang nantinya berperan dalam menyusun program pembinaan sepak bola nasional sekaligus menjadi bagian dari proses konsolidasi menuju Kongres Pemilihan PSSI 2027.

BACA JUGA  Timnas U18 Bidik Tiket FIBA Asia Cup

“Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kesiapan organisasi yang seperti kita ketahui, kita juga akan melakukan pemilihan PSSI provinsi pada bulan Oktober dan November tahun ini. Artinya, perlu ada jeda waktu untuk kita berkonsolidasi dengan PSSI provinsi untuk program-program sepak bola kita ke depan,” ujar Erick.

Ia menilai konsolidasi antara PSSI pusat dan Asprov menjadi aspek penting agar seluruh program pembinaan, kompetisi, hingga pengembangan sepak bola usia muda dapat berjalan selaras di seluruh Indonesia.

Menurut Erick, keberhasilan transformasi sepak bola nasional tidak hanya bergantung pada pengurus pusat, tetapi juga memerlukan dukungan kuat dari asosiasi di tingkat provinsi yang menjadi ujung tombak pembinaan pemain dan kompetisi daerah.

Perubahan jadwal Kongres Biasa Pemilihan 2027 telah mendapatkan persetujuan dari seluruh peserta Kongres Biasa PSSI 2026.

Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan klub peserta Super League, Liga 2, asosiasi anggota PSSI, Asprov, serta unsur lain yang memiliki hak suara sesuai dengan ketentuan organisasi.

Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perubahan statuta yang mengatur pelaksanaan Kongres Pemilihan agar sesuai dengan kebutuhan organisasi dan kalender sepak bola nasional.

BACA JUGA  PSSI Penuhi Panggilan TGIPF Terkait Tragedi Kanjuruhan

Erick menegaskan seluruh keputusan diambil melalui mekanisme organisasi yang demokratis serta mengedepankan prinsip transparansi.

Dengan persetujuan peserta kongres, perubahan jadwal tersebut kini menjadi dasar resmi bagi Komite Pemilihan dalam menyusun tahapan pelaksanaan pemilihan pengurus PSSI periode berikutnya.

Selain mempertimbangkan agenda internal organisasi, PSSI juga menyesuaikan jadwal Kongres Pemilihan dengan kalender kompetisi nasional maupun agenda sepak bola internasional.

Erick menjelaskan, sepanjang tahun terdapat berbagai agenda penting yang melibatkan tim nasional Indonesia maupun kompetisi domestik sehingga diperlukan pengaturan waktu yang tidak mengganggu jalannya kompetisi.

Menurutnya, perubahan jadwal akan memberikan ruang bagi Komite Pemilihan untuk bekerja secara maksimal mulai dari penyusunan tahapan, proses verifikasi calon, hingga pelaksanaan pemungutan suara.

“Perubahan statuta ini juga mempertimbangkan tahapan kerja Komite Pemilihan serta agenda sepak bola nasional dan internasional, sehingga seluruh proses pemilihan dapat berlangsung secara efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Erick.

Ia menambahkan, sinkronisasi antara agenda organisasi dan kalender kompetisi menjadi langkah penting agar roda sepak bola Indonesia tetap berjalan tanpa hambatan.

Salah satu alasan lain pengunduran jadwal adalah berakhirnya seluruh kompetisi liga profesional pada Juni 2027.

Dengan pelaksanaan Kongres Pemilihan pada Juli, klub peserta, operator kompetisi, serta seluruh pemilik suara dapat mengikuti agenda organisasi tanpa terganggu oleh jadwal pertandingan.

BACA JUGA  Selangkah Lagi Indonesia Lolos ke Piala AFC U-17 2023

“Terlebih semua kompetisi liga juga berakhir di bulan Juni sehingga Kongres Biasa Pemilihan 2027 tepat dilaksanakan pada Juli 2027,” kata Erick.

PSSI berharap penyesuaian jadwal ini mampu menciptakan proses pemilihan yang lebih fokus, tertib, dan partisipatif. Selain memberikan kesempatan bagi seluruh pemilik suara untuk mengikuti kongres, waktu pelaksanaan yang baru juga dinilai lebih ideal untuk menyusun arah kebijakan sepak bola nasional pada periode kepengurusan berikutnya.

Melalui keputusan yang telah disepakati dalam Kongres Biasa PSSI 2026, federasi berharap seluruh tahapan menuju Kongres Pemilihan 2027 dapat berjalan lancar.

PSSI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai fondasi dalam mewujudkan sepak bola Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat Asia maupun dunia. (09/AGF).