Ketum KONI Resmikan Turnamen Petanque Internasional di UNDIKMA

Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman membuka International Petanque Tournament Session III di UNDIKMA Mataram, NTB, Jumat (7/8/2026). (Foto: KONI/SP).

MATARAM, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman resmi membuka International Petanque Tournament Session III di Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (7/8/2026).

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan NTB menuju pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB, khususnya untuk cabang olahraga (cabor) petanque.

Ajang ini sekaligus menjadi momentum untuk menguji kesiapan atlet, perangkat pertandingan, hingga venue yang nantinya digunakan dalam PON.

International Petanque Tournament Session III diikuti sekitar 177 atlet. Kompetisi tersebut juga digelar sebagai bagian dari rangkaian menuju Dies Natalis ke-7 UNDIKMA yang akan diperingati pada 10 Oktober 2026.

Dalam pembukaan kejuaraan, Marciano mengapresiasi UNDIKMA dan NTB yang terus mendorong penyelenggaraan kompetisi petanque.

Menurutnya, turnamen internasional menjadi sarana penting untuk memastikan kesiapan daerah sebagai salah satu tuan rumah PON XXII/2028.

“Pada kejuaraan ini, terkandung pesan bahwa NTB di-backup oleh UNDIKMA yang siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional PON XXII/2028 cabang olahraga Petanque,” kata Marciano.

Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman membuka International Petanque Tournament Session III di UNDIKMA Mataram, NTB, Jumat (7/8/2026). (Foto: KONI/SP).

Ia menilai penyelenggaraan kejuaraan secara rutin hingga 2028 diperlukan untuk mengukur kesiapan NTB sebagai tuan rumah.

BACA JUGA  Ribka/Febby Terhenti di Perempatfinal

Tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari aspek teknis pertandingan dan kesiapan para atlet.

“NTB sebagai tuan rumah PON XXII/2028 memang perlu terus menyelenggarakan kejuaraan sampai tahun 2028 untuk menguji kesiapan, pertama dari perangkat pertandingannya, kesiapan venuenya dan tentunya memberikan peluang kepada para atlet untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Marciano juga mendorong agar olahraga petanque semakin dikenal masyarakat luas. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah memperbanyak kompetisi di berbagai daerah dan lingkungan pendidikan.

“Mari kita buat Indonesia mengenal petanque dengan banyaknya kejuaraan,” tegas Marciano.

Marciano turut memberikan apresiasi kepada Pengurus Besar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (PB FOPI) yang dipimpin Prof Nurhasan.

Menurutnya, pemanfaatan jaringan perguruan tinggi dapat menjadi strategi penting untuk memperluas pengenalan olahraga petanque di Indonesia.

UNDIKMA menjadi salah satu perguruan tinggi yang mengambil peran tersebut. Dengan adanya kompetisi di lingkungan kampus, petanque tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Marciano berharap semakin banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mengambil inisiatif serupa dengan menggelar turnamen petanque.

Dukungan terhadap petanque juga disampaikan PB FOPI. Mewakili Ketua Umum PB FOPI Prof Nurhasan, Sekretaris Jenderal PB FOPI I Nyoman Yama menyampaikan apresiasi atas kesempatan petanque dipertandingkan dalam PON XXII/2028 NTT-NTB.

BACA JUGA  Greysia Tetap Berkontribusi untuk Bulutangkis Pasca Pensiun

“Hari ini atas nama Bapak Ketua Umum PB FOPI, kami menyampaikan terima kasih banyak. Luar biasa sekali Petanque dipertandingkan di PON XXII/2028 NTT-NTB, ini atas inisiatif dari UNDIKMA,” ujar Yama.

Menurut Yama, penyelenggaraan International Petanque Tournament Session III juga memperlihatkan potensi atlet Indonesia yang memiliki prestasi di tingkat internasional.

Sejumlah atlet berprestasi turut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Di antaranya Andri Irawan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), peraih medali emas SEA Games Thailand 2025, serta Anjani Dwi Aprilia dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang disebut sebagai peraih emas juara dunia.

Ketua Yayasan UNDIKMA H. Lalu Rusmiady menyambut positif kehadiran Ketum KONI Pusat dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menurut Rusmiady, kehadiran Marciano menjadi catatan penting bagi UNDIKMA sekaligus menunjukkan perhatian KONI Pusat terhadap perkembangan olahraga di lingkungan perguruan tinggi.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, kegiatan olahraga UNDIKMA dihadiri Ketua Umum KONI Pusat,” kata Rusmiady.

Ia juga menekankan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

BACA JUGA  Wushu Indonesia Bidik Emas Asian Games 2026

“Olahraga ini pemersatu kita, tidak mengenal suku, tidak mengenal bahasa, tidak mengenal agama. Kita bersatu di sini untuk bermain tentunya dengan tekad, saya datang, saya bermain, saya juara,” ujarnya.

Penyelenggaraan International Petanque Tournament Session III di UNDIKMA pun menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer kompetisi menjelang PON XXII/2028 NTT-NTB.

Bagi NTB, rangkaian turnamen hingga 2028 tidak hanya menjadi ajang mencari prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari simulasi kesiapan tuan rumah.

Sementara bagi atlet, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman bertanding sebelum menghadapi PON.

Dengan dukungan KONI Pusat, PB FOPI, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan olahraga lainnya, petanque diharapkan semakin berkembang dan dikenal luas di Indonesia. (09/AGF).