Panen Serentak di 223 Lokasi, Pelajar Jakarta Timur Didorong Kembangkan Urban Farming

Panen Serentak di 223 Lokasi, Pelajar Jakarta Timur Didorong Kembangkan Urban Farming
Pemkot Jaktim menggelar panen serentak di 223 lokasi melibatkan pelajar untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan urban farming, Jumat (14/8/2026). (Foto: Sudutpandang.id/HO-Pemkot Jaktim)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur menggelar panen serentak bersama pelajar di 223 lokasi yang tersebar di 10 kecamatan, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengenalkan pertanian perkotaan (urban farming) kepada generasi muda.

Panen serentak dipusatkan di Pondok Pesantren Ulul Ilmi, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Sebanyak 223 lokasi yang mengikuti panen serentak itu berada di lahan dengan total luas sekitar 0,73 hektar.

Lokasi tersebut tersebar di Pasar Rebo sebanyak 34 lokasi, Kramat Jati 33 lokasi, Ciracas 33 lokasi, Makasar 28 lokasi, Duren Sawit 27 lokasi, Cipayung 27 lokasi, Pulo Gadung 13 lokasi, Jatinegara 10 lokasi, Cakung 10 lokasi, dan Matraman delapan lokasi.

Berdasarkan jenjang pendidikan, kegiatan tersebut melibatkan 126 SD, 56 SMP, 18 SMA, 12 SMK, sembilan PAUD, satu pondok pesantren, dan satu universitas.

BACA JUGA  Sentuhan Humanis Satgas TMMD ke-129, Kepedulian TNI Hadir dalam Aktivitas Sehari-hari Warga

Di Pondok Pesantren Ulul Ilmi, panen diawali dengan memetik kangkung. Pondok pesantren tersebut memiliki lahan pertanian sekitar 1.500 meter persegi yang telah dimanfaatkan untuk urban farming sejak 2022.

Munjirin mengatakan, hasil pertanian di pondok pesantren tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan para santri. Sebagian hasil panen juga dipasarkan melalui kerja sama dengan sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan di Jakarta Timur.

“Hasilnya selain dikonsumsi oleh para santri, sebagian juga telah dipasarkan. Pondok pesantren ini sudah bekerja sama dengan sejumlah swalayan dan pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Jakarta Timur,” ujar Munjirin.

Menurutnya, pengembangan urban farming di lingkungan pendidikan perlu terus dilakukan karena memberikan manfaat lebih luas.

Selain menghijaukan lingkungan, kegiatan tersebut dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman kepada pelajar dalam mengelola lahan secara produktif.

“Kegiatan urban farming di lingkungan pendidikan seperti ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Selain membuat lingkungan sekolah lebih hijau, kegiatan ini juga dapat mendukung Jakarta Timur menjadi lebih sehat,” kata Munjirin.

BACA JUGA  Tabung Elpiji Bocor, Rumah Kontrakan di Ciracas Terbakar

Tak Sekadar Panen

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok mengatakan, panen serentak menjadi momentum untuk memperluas pertanian perkotaan, terutama di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak harus berhenti pada penanaman dan panen. Pengelolaan hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang melibatkan peserta didik.

Hasudungan mencontohkan Pondok Pesantren Ulul Ilmi yang mengembangkan konsep ekonomi sirkular. Hasil pertanian dapat dikonsumsi atau dipasarkan, sedangkan limbah organik dapat diolah kembali menjadi pupuk maupun maggot untuk pakan ikan.

“Dengan demikian, seluruh proses dapat berputar dan tidak ada sampah yang keluar dari lingkungan sekolah,” ujar Hasudungan.

Potensi hasil pertanian di Pondok Pesantren Ulul Ilmi disebut mencapai sekitar dua ton. Selain tanaman pangan, pondok pesantren tersebut juga mengembangkan komoditas lain, seperti ikan dan telur ayam.

Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Ilmi KH Ahmad Wajihudin mengatakan, pengembangan urban farming dilakukan melalui kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Timur sejak 2021, termasuk dengan Bank Indonesia (BI).

BACA JUGA  Gerak Cepat Pemprov DKI Tangani Banjir di Bambu Apus Diapresiasi RT Udin

Menurutnya, hasil panen sayuran kini mendapat permintaan dari restoran dan pusat perbelanjaan. Karena itu, pengembangan pertanian tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal pondok pesantren, tetapi juga menjadi kegiatan usaha.

“Jadi, hasilnya tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi usaha yang mendukung operasional pondok pesantren,” kata Ahmad.(Paulina/01)