SUDUTPANDANG.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai kemungkinan komunikasi dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un terkait pengurangan latihan militer AS-Korea Selatan (Korsel). Trump justru membentak wartawan yang mengajukan pertanyaan tersebut di Gedung Putih.
Dilansir dari Reuters, Selasa (18/8/2026), peristiwa itu berlangsung dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, Senin (17/8/2026) waktu setempat.
Trump beberapa kali meminta wartawan tersebut berhenti bertanya dan menyebut CNN sebagai media yang menyebarkan “berita palsu”.
Pertanyaan itu muncul setelah Trump memerintahkan Pentagon mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan AS-Korsel yang dijadwalkan berlangsung pada 17-27 Agustus 2026.
Wartawan CNN tersebut awalnya menanyakan apakah keputusan mengurangi latihan militer itu merupakan permintaan Kim Jong Un.
“Apakah dia secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?” tanya wartawan tersebut.
Alih-alih menjawab, Trump meminta wartawan itu diam.
Ia kemudian menanyakan media tempat wartawan tersebut bekerja.
“Saya dari CNN,” jawab wartawan itu.
“Berita palsu,” kata Trump.
Wartawan tersebut tetap mencoba memperoleh jawaban dengan menjelaskan bahwa pertanyaannya merupakan lanjutan dari pembahasan mengenai Korsel.
Namun, Trump kembali menyerangnya dengan menyebutnya sebagai wartawan yang berisik dan membuat kegaduhan.
Wartawan CNN itu kemudian mengajukan pertanyaan yang sama untuk memastikan apakah Trump telah berbicara dengan Kim Jong Un dan apakah pemimpin Korut tersebut meminta pengurangan latihan militer.
Trump kembali memotong pertanyaan tersebut dan meminta wartawan itu diam. Pertanyaan mengenai komunikasi dengan Kim Jong Un akhirnya tidak dijawab Trump.
Latihan Militer AS-Korsel Dikurangi
Keputusan Trump mengurangi latihan militer gabungan AS-Korsel sebelumnya disampaikannya melalui instruksi kepada Pentagon.
Latihan tahunan tersebut semula dijadwalkan berlangsung mulai 17 Agustus hingga 27 Agustus. Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan AS untuk tetap berpartisipasi dalam latihan tersebut.
Trump juga menyoroti besarnya biaya yang dibutuhkan untuk latihan militer tahunan itu. Selain persoalan biaya, ia mengaitkan keputusan tersebut dengan sikap Korsel yang tidak ikut dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Beberapa jam sebelum latihan dimulai, Trump melalui akun Truth Social juga menyinggung hubungannya dengan Kim Jong Un. Ia menyebut hubungan keduanya sangat baik.(red)










