JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mendukung pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis bagi 21 anak di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026). Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI), serta Yayasan Smile Train.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari bakti sosial dalam rangka menyambut 5 Abad Jakarta. Munjirin hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan operasi yang diikuti anak-anak yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan hasil skrining.
Dari 31 anak yang mendaftar, sebanyak 21 anak dinyatakan lolos skrining dan dapat menjalani operasi. Sebanyak 18 anak merupakan warga Jakarta Timur, sedangkan tiga anak lainnya berasal dari luar wilayah DKI Jakarta.
Munjirin mengatakan, operasi bibir sumbing tidak hanya berkaitan dengan penanganan kondisi fisik, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri anak ketika berinteraksi di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Insyaallah nanti di masyarakat ketika sembuh, di sekolah, di keluarga, bahkan nanti akan berkembang menjadi dewasa dan yang bersangkutan, anak-anak kita tersebut pasti akan menjadi lebih percaya diri,” ujar Munjirin.
Ia berharap program operasi bibir sumbing gratis dapat kembali dilaksanakan di Jakarta Timur sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses penanganan serupa.
“Kita berharap agar diprogramkan lagi di Jakarta Timur untuk yang berikutnya. Karena memang Jakarta Timur katanya lebih banyak penderita yang mengalami bibir sumbing ini,” harapnya.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, organisasi profesi, dan masyarakat dalam memperluas akses layanan kesehatan.
“Ini kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan swasta dan masyarakat juga dalam rangka untuk perluasan akses layanan kesehatan ini,” ujar Arief.
Direktur RSUD Ciracas dr. Debby Permatasari mengatakan RSUD Ciracas mencatat jumlah peserta terbanyak dalam pelaksanaan program operasi bibir sumbing gratis se-DKI Jakarta.
Menurut Debby, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan keempat program operasi bibir sumbing di Jakarta Timur sepanjang 2026. Ia berharap program serupa dapat kembali digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain tindakan operasi, RSUD Ciracas memberikan layanan pascaoperasi bagi para pasien. Khusus pasien dengan kondisi celah langit-langit mulut, pasien menjalani pemantauan selama satu hari sebelum diperbolehkan pulang.
“Untuk kasus celah atap (langit-langit) mulut, pasien diinapkan satu hari untuk pemantauan medis. Jika kondisi stabil setelah di-visit dokter, pasien cukup menjalani kontrol rutin dan terapi wicara,” jelas Debby.
Salah satu orang tua peserta, Fauzi (34), mengatakan program tersebut membantu keluarganya mendapatkan penanganan medis bagi anaknya, Afgan Raditya Pratama (3), yang berasal dari Kabupaten Bekasi.
Fauzi mengetahui program operasi gratis tersebut melalui Yayasan Smile Train. Ia berharap penanganan tersebut dapat membantu anaknya tumbuh dan beraktivitas dengan lebih percaya diri.
“Program ini sangat membantu. Sebagai orang tua, saya tidak ragu dan khawatir lagi saat anak tumbuh dewasa. Anak bisa bebas bermain, percaya diri, dan tidak minder di antara teman-temannya saat masuk sekolah nanti,” ujar Fauzi.
Program operasi bibir sumbing gratis tersebut melibatkan tenaga medis RSUD Ciracas bersama PERAPI dan Yayasan Smile Train. Penanganan pasien juga dilanjutkan melalui layanan pascaoperasi sesuai kondisi medis masing-masing.(Paulina/01)










