BANJARMASIN, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman optimistis kesejahteraan atlet menjadi perhatian besar dalam kepengurusan KONI Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2026-2030 di bawah kepemimpinan H. Hasnuryadi Sulaiman.
Hasnuryadi yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan akan segera dilantik bersama jajaran pengurus KONI Kalsel periode 2026-2030. Posisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan kesejahteraan atlet.
Marciano berharap perhatian yang lebih besar terhadap atlet dapat memberikan kepastian bagi generasi muda yang memilih olahraga sebagai jalan prestasi. Dukungan tersebut juga diharapkan membuat orangtua semakin yakin mendorong anak-anaknya menekuni karier sebagai atlet.
Menurut Marciano, kesejahteraan atlet merupakan salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga berprestasi. Atlet membutuhkan dukungan yang memadai agar dapat fokus menjalani latihan, mengikuti kompetisi, serta mengembangkan kemampuan untuk membawa nama daerah hingga Indonesia.
Potensi olahraga Kalimantan Selatan dinilai cukup besar. Hal itu antara lain tercermin dari kontribusi atlet asal Kalsel pada SEA Games Thailand 2025. Kontingen dari provinsi tersebut menyumbangkan total 11 medali untuk Indonesia, terdiri atas lima medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Kalsel memiliki atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, pembinaan berkelanjutan dan perhatian terhadap kesejahteraan atlet dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas latihan.
Selain atlet olahraga prestasi, perhatian juga diberikan kepada atlet difabel yang telah mengharumkan nama Kalimantan Selatan dan Indonesia di pentas dunia. Salah satu nama yang mendapat sorotan Marciano adalah Arsyad Al-Banjary.
Arsyad merupakan atlet renang yang berhasil meraih medali emas nomor 100 meter gaya kupu-kupu level B pada Special Olympics World Summer Games (SOWG) 2023 di Berlin, Jerman.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet asal Kalsel memiliki kesempatan untuk mengukir prestasi di panggung internasional apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang tepat.
“Saya mengapresiasi kerja keras Arsyad Al-Banjary sebagai atlet difabel mampu mengharumkan nama Kalsel dan Indonesia hingga di kancah dunia. Semoga ia memotivasi bagi lahirnya atlet-atlet Kalsel yang berprestasi dunia, mulai dari difabel hingga atlet olahraga prestasi binaan KONI,” kata Marciano.
Setelah aktif sebagai atlet, Arsyad kini turut berkontribusi dalam pembinaan olahraga. Ia menjadi pelatih renang dan juga menekuni cabang olahraga Mixed Martial Art (MMA).
Marciano berharap pengalaman Arsyad sebagai atlet berprestasi dapat diteruskan melalui aktivitas pembinaan. Dengan demikian, Arsyad tidak hanya memberikan kontribusi melalui prestasi yang pernah diraih, tetapi juga membantu melahirkan atlet-atlet baru dari Kalimantan Selatan.
Menurut Marciano, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian kepada atlet berprestasi seperti Arsyad. Dukungan tersebut penting untuk memastikan atlet yang telah mengharumkan nama daerah memiliki masa depan yang lebih terjamin.
“Saya berharap Pemerintah Kalsel dapat memberikan perhatian kepada Arsyad atas prestasi yang dipersembahkan dan akan dilanjutkan atlet-atlet yang dilatihnya,” ujar Marciano.
Ia juga mendorong agar kesejahteraan Arsyad mendapatkan perhatian melalui kesempatan berkarya sebagai bagian dari pemerintah daerah.
“Arsyad juga harus dijamin kesejahteraannya dengan dikaryakan sebagai pegawai pemerintah Kalsel,” lanjutnya.
Arsyad memiliki rekam prestasi yang cukup panjang. Pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2021 di Papua, ia meraih satu medali emas nomor 100 meter gaya kupu-kupu, satu perak nomor 50 meter gaya bebas, serta satu perunggu nomor 50 meter gaya kupu-kupu.
Setahun kemudian, Arsyad kembali meraih medali emas nomor 50 meter gaya bebas pada Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) 2022 di Semarang. Ia juga mencatat dua medali perunggu pada Kejuaraan Renang Wali Kota Cup Banjarbaru 2022, masing-masing nomor 100 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya punggung KU1.
Puncak prestasinya di tingkat internasional terjadi pada Special Olympics World Summer Games 2023 di Berlin. Arsyad berhasil mempersembahkan medali emas nomor 100 meter gaya kupu-kupu level B.
Pada Peparnas X 2023 di Sumatera Selatan, ia kembali menunjukkan konsistensi dengan meraih medali perunggu nomor 50 meter gaya dada S14 serta medali perak nomor 50 meter gaya kupu-kupu S14.
Deretan prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Arsyad untuk berkontribusi dalam pembinaan atlet muda Kalsel. Marciano berharap perhatian terhadap kesejahteraan atlet dapat menjadi bagian dari kebijakan olahraga daerah sehingga semakin banyak generasi muda berani memilih olahraga sebagai profesi.
Dengan segera dilantiknya kepengurusan KONI Kalsel 2026-2030, pembinaan atlet, peningkatan prestasi, dan kesejahteraan diharapkan menjadi agenda yang berjalan beriringan.
Dukungan pemerintah daerah, KONI, serta masyarakat dinilai penting untuk menjaga prestasi Kalsel sekaligus melahirkan atlet yang mampu membawa nama Indonesia di tingkat dunia. (09/AGF).










