PT Djarum Renovasi 10 Unit Rumah Warga di Wonogiri Jadi Hunian Layak

PT Djarum
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto secara simbolis menyerahkan rumah Program RSLH PT Djarum kepada penerima manfaat (Foto: Ist)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Djarum merenovasi 10 unit rumah warga di Kabupaten Wonogiri menjadi Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dengan total biaya kurang lebih Rp 700 juta. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hunian dan kehidupan masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan renovasi rumah tersebut berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Wonogiri, Kamis (27/8) dan dihadiri Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan kecamatan dan desa penerima
manfaat.

Penerima manfaat program RSLH merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang sebagian besar bekerja di bidang pertanian dan pekerja sektor informal di wilayah Desa Minggarharjo dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Setiap rumah mendapatkan pembiayaan pembangunan dengan anggaran mencapai Rp 70 juta, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat. Salah satu penerima manfaat program RSLH, Gembong Rahmanto, buruh tani asal Dusun Bero, Desa Minggarharjo bersyukur akhirnya dapat menempati hunian yang lebih layak.

Sebelumnya, keluarga Gembong tinggal di rumah berlantai tanah, berdinding kayu dan anyaman bambu serta atap genteng yang tak rapat. Saat hujan turun, air dapat merembes ke dalam rumah sehingga membuat tempat tinggal mereka lembab dan kurang nyaman.

“Saat musim dingin, udaranya masuk karena atap tidak rapat. Apalagi saat hujan, ada tetesan air dari atas dan air dari parit (resapan) bisa merembes ke lantai tanah membuat rumah menjadi lembab. Sekarang, alhamdulilah mendapat rumah baru dari PT Djarum, lebih rapi, dindingnya kokoh, lantainya pun keramik, lalu atapnya sudah bagus dan tidak bocor lagi,” ujar Gembong.

BACA JUGA  Rumah Mat Solar Disatroni Maling, Dua Handphone Hilang

Jadi tidur lebih enak, tidak kedinginan, bisa belajar dan beribadah dengan nyaman. Bentuk rumahnya bagus, cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah jadi tidak lembab. Semoga PT Djarum dapat terus membantu keluarga yang belum memiliki rumah yang layak,” tambahnya.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno melalui Wakil Bupati Wonogiri, Imron Rizkyarno, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan PT Djarum yang memberikan manfaat langsung dan tepat sasaran bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan warga serta menghadirkan kehidupan yang lebih layak.

Program ini dinilai selaras dengan visi Pemerintah dalam penyediaan tiga juta unit rumah untuk masyarakat dalam langkah memerangi kemiskinan ekstrem.

“Program Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum bukan hanya membangun fisik rumah, tetapi juga kehidupan dan harapan masyarakat khususnya kelompok rentan. Penyediaan Rumah Layak Huni menjadi tanggung jawab bersama dimana tersedianya hunian yang layak menjadi satu indikator keberhasilan pembangunan. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal layak,” ucap Imron.

Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Djarum atas kontribusi nyata yang konsisten dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi membangun masyarakat yang lebih bersih, sehat dan produktif,” tambahnya.

BACA JUGA  Catat, Ketentuan Bangun Rumah Empat Lantai di DKI

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengungkapkan setiap rumah yang dibangun mengedepankan tiga aspek utama yakni keamanan, kenyamanan dan kesehatan. Konstruksi rumah dibangun kuat agar dapat dihuni dalam jangka panjang.

Dari sisi kenyamanan, tata ruang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga penerima manfaat mencakup jumlah kamar berdasarkan banyaknya anggota keluarga. Rumah yang dibangun juga dilengkapi dengan sistem sanitasi, air bersih, pencahayaan serta sirkulasi yang memadai untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat.

“Tidak semua keluarga memiliki kemampuan untuk membangun atau memperbaiki rumahnya sendiri, karena itu melalui Program RSLH kami ingin membantu masyarakat yang memang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang layak. Semua telah dipersiapkan secara matang, mulai dari struktur bangunan hingga fasilitas pendukung di dalamnya. Karena dengan rumah yang aman, nyaman dan sehat, kami berharap mereka bisa lebih produktif sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya menjadi lebih baik,” ujar Budiharto.

Pelaksanaan Program RSLH melibatkan peran berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar. Diawali melalui usulan dari pemerintah setempat, kemudian dilakukan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada keluarga yang tepat sasaran.

Selama proses pembangunan berlangsung, PT Djarum melakukan intervensi secara menyeluruh, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya.

Selain itu, agar semangat gotong royong tetap terjaga, masyarakat sekitar turut terlibat untuk membantu kebutuhan pembangunan. Setelah rumah selesai dibangun, PT Djarum juga tetap menghadirkan nilai kebersamaan melalui tradisi selamatan bersama penerima manfaat dan lingkungan sekitar sebagai bentuk rasa syukur atas hunian baru yang telah ditempati.

BACA JUGA  Family Gathering dan Olahraga Bersama Infolahtadam V/Brawijaya Pererat Soliditas dan Kebersamaan

Program RSLH merupakan salah satu program sosial PT Djarum dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang aman, nyaman dan sehat. Sejak 2022 hingga 2025, sebanyak 626 hunian layak telah direalisasikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Jawa Tengah antara lain, Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara hingga Purbalingga.

Memasuki 2026, pembangunan dan renovasi hunian dilanjutkan dengan menyasar sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Sebanyak 128 rumah di Kudus telah rampung direnovasi dan ditempati oleh pemiliknya. Begitu pula di Brebes terdapat 10 unit diserahkan, sementara di Salatiga sebanyak 12 rumah selesai direnovasi dan dibangun ulang. Kini, di Wonogiri ada 10 rumah yang mendapatkan bantuan untuk dibangun ulang.(04)