Berita  

IPC TPK Paparkan Kinerja Logistik Real-Time kepada Bappenas

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan Bappenas RI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari koordinasi strategis pengembangan konektivitas wilayah untuk meningkatkan nilai tambah kawasan pembangunan Indonesia Barat, khususnya Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, IPC TPK memaparkan kondisi aktual operasional bongkar muat petikemas melalui sistem pemantauan digital secara real-time.

Data operasional itu menjadi salah satu bahan bagi Bappenas untuk memahami kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi tantangan dan potensi pengembangan konektivitas logistik nasional.

Peninjauan dilakukan di ruang kontrol terpadu Integrated Planning & Control IPC TPK. Dari fasilitas tersebut, delegasi Bappenas mendapatkan gambaran mengenai aktivitas operasional terminal, mulai dari arus barang, produktivitas bongkar muat, hingga penerapan sistem digitalisasi dalam mendukung kelancaran pergerakan logistik.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan, kunjungan Bappenas menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pengelola terminal dan pemerintah dalam merancang kebijakan logistik yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

BACA JUGA  IPC TPK Terima Kunjungan Dalam dan Luar Negeri

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan delegasi Bappenas RI di ruang Integrated Planning & Control IPC TPK. Melalui digitalisasi dan pemantauan sistem secara real-time, IPC TPK terus berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional serta keandalan layanan bongkar muat,” ujar Daniel.

Menurut dia, keterhubungan antara perencanaan pemerintah dan kondisi operasional di pelabuhan menjadi hal penting dalam memastikan kebijakan infrastruktur dan konektivitas dapat berjalan efektif.

“Sinergi bersama Bappenas ini sangat krusial agar perencanaan infrastruktur dan konektivitas nasional senantiasa selaras dengan dinamika operasional di lapangan,” katanya.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, IPC TPK menyampaikan sejumlah data faktual terkait aktivitas terminal. Informasi tersebut mencakup arus barang, tingkat produktivitas terminal, serta integrasi sistem digitalisasi kepelabuhanan yang berperan dalam mendukung efisiensi operasional.

Pembahasan juga mencakup pemetaan simpul konektivitas antara jaringan laut dan darat. Konektivitas antarmoda menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan distribusi barang berjalan lebih efektif dari pelabuhan menuju berbagai wilayah tujuan.

Selain konektivitas, diskusi membahas optimalisasi kapasitas terminal dan strategi menekan biaya logistik nasional. Data operasional yang disampaikan secara langsung diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih presisi mengenai kebutuhan pengembangan infrastruktur dan konektivitas di kawasan Indonesia Barat.

BACA JUGA  PTP Multipurpose Yakin Capai Target 28 Persen di Tahun 2022

Bagi Bappenas, informasi dari lapangan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyusun pemetaan potensi pengembangan wilayah. Sementara bagi IPC TPK, forum tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan tantangan operasional sekaligus masukan terkait kebutuhan penguatan ekosistem logistik nasional.

IPC TPK menilai penguatan konektivitas maritim dan darat memiliki peran strategis terhadap daya saing ekonomi. Infrastruktur yang terintegrasi dapat membantu memperlancar arus barang, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung peningkatan nilai tambah ekonomi di berbagai wilayah.

Kunjungan Bappenas juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemangku kebijakan dan pelaku operasional di sektor kepelabuhanan. Pengambilan kebijakan yang berbasis data lapangan dinilai dapat membuat program pembangunan lebih tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan aktual.

“IPC TPK siap memberikan kontribusi aktif, data faktual, serta masukan konstruktif bagi Bappenas RI. Kami optimis hasil peninjauan dan koordinasi strategis ini dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat konektivitas maritim, mengoptimalkan nilai tambah wilayah Indonesia Barat, serta mewujudkan ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, andal, dan berdaya saing tinggi,” tutur Daniel.

BACA JUGA  Aktivitas Terminal PTP Nonpetikemas Tanjung Priok Tetap Stabil Selama Lebaran

Melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan koordinasi dengan pemerintah, IPC TPK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan efisiensi layanan terminal petikemas. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu simpul penting dalam rantai logistik nasional.

Kunjungan Bappenas diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang mendukung pengembangan konektivitas wilayah dan penguatan sistem logistik Indonesia secara berkelanjutan. (UM/09)