Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar Abah Anton Charliyan (kedua kiri) menghadiri tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. (Foto: Dok. MASDA Jabar)

CIREBON-JABAR|SUDUT PANDANG.ID – Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat (Jabar) Anton Charliyan menekankan pentingnya pelestarian nilai budaya dalam tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. Hal itu disampaikan Anton saat menghadiri rangkaian tradisi tersebut di Keraton Kasepuhan Cirebon, Rabu (26/8/2026).

Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar Abah Anton Charliyan (kedua kiri) menghadiri tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. (Foto: Dok. MASDA Jabar)

Anton Charliyan mengatakan, Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki peran dalam menjaga adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, tradisi Panjang Jimat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual, tetapi juga memuat nilai-nilai budaya dan keagamaan yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Budayawan Sunda yang akrab disapa Abah Anton itu berharap Keraton Kasepuhan Cirebon terus melestarikan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

“Nilai agama, budaya, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Semuanya harus menjadi landasan dalam membentuk sikap dan perilaku sebagai warga negara yang baik,” kata Abah Anton.

BACA JUGA  Kodim 0820/Probolinggo Dukung Gerakan Swadaya Pangan Bersama Petani

Ia juga menekankan pentingnya meneruskan nilai dan pesan yang terkandung dalam tradisi kepada generasi muda.

Tradisi Turun Temurun 

Panjang Jimat merupakan tradisi yang digelar secara turun-temurun di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Prosesi diawali dengan pencucian benda-benda pusaka keraton serta penyiapan sejumlah perlengkapan dan simbol kehidupan, seperti nasi tumpeng, nasi uduk, buah-buahan, dan perlengkapan lainnya.

Benda-benda tersebut kemudian diarak dari Bangsal Panembahan menuju Masjid Sang Cipta Rasa. Prosesi diiringi selawat Nabi dan pembacaan kitab Barzanji.

Arak-arakan terdiri atas tujuh kelompok barisan utama yang masing-masing dikawal abdi dalem dengan membawa lilin menyala. Prosesi tersebut diikuti para pangeran, sesepuh keraton, dan abdi dalem.

BACA JUGA  MASDA Jabar dan Kejagung Bahas Edukasi Hukum Berbasis Budaya

Dalam rangkaian Panjang Jimat, berbagai simbol yang dibawa dalam prosesi memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Simbol-simbol tersebut antara lain berkaitan dengan kelahiran, pemberian nama, makanan, pakaian, serta berbagai kebutuhan dalam kehidupan.

Rangkaian tersebut juga dikaitkan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Sultan Kasepuhan

Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Lukman, mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

“Jangan hanya sebatas memperingati hari kelahiran saja. Yang paling penting, apakah akhlak mulia Rasulullah sudah hadir dalam diri kita masing-masing,” ujar Sultan Lukman.

Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau rendah hati, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya meneruskan nilai dan pesan yang terkandung dalam tradisi kepada generasi muda.

BACA JUGA  Kemenhub Kawal Pemulangan 6 Jenazah Kapal Keoyoung Sun

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan botram atau makan bersama yang diikuti para undangan dan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti pihak keraton, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir dalam rangkaian tradisi Panjang Jimat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026.(red)