JOMBANG-JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Hari kedua penyelenggaran Halaqoh Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) yang digagas Forum Silaturahmi Pengurus Cabang Istimewa Nadhlatul Ulama (PCI NU) Internasional, yang secara pararel bersamaan dengan Muktamar ke-35 NU dan dipusatkan di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026) diagendakan dengan pemaparan akademik sejumlah rektor dan dekan.
Sekretaris halaqoh bertema “Halaqoh Pendidikan Tinggi NU: Peran Alumni & PCINU Internasional Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi & Pengembangan Ekosistem Industri Halal di Indonesia”, Dr Ir Ifan Haryanto, M.Sc di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 3, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8) menjelaskan sekurangnya ada 10 narasumber, baik rektor dari PT di lingkup NU, Kementerian Agama (Kemenag) maupun sejumlah dekan dari Universitas Indonesia (UI) yang akan memberikan pemaparan itu.
Ia merinci rektor yang akan menyampaikan paparan adalah Rektor Universitas Wahab
Chasbullah, Jombang, Prof Dr Ir H Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., Rektor STKQ Alhikam Depok, Jawa Barat, Subur Wijaya, M.Pd.i, Rektor haUniversitas Nurul Jadid, Probolinggo, Jatim, Dr KH Najiburrahman, M.A., M.Pd, dan Rektor Universitas Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto, Jatim, Dr KH Mauhibur Rokhman, Le. M.lRKH .
Sedangkan dari Kemenag, dijadwalkan Kepala Pusat Penerangan Masyarakat (Kapuspenma) Kemenag, Dr Ruchman Basori yang menyampaikan tema sosialisasi beasiswa dari Kemenag.
Sementara sejumlah dekan dari UI, adalah Dekan Fakultas Psikologi UI, Dicky C Pelupessy, S.Psi, M.D.S, Ph.D, Dekan FEB UI, Yulianti Abbas, SE, M.E, Ph.D, dan Dekan FMIPA UI, Prof Dr Tito Latif Indra, S.SI, M.Si,.
Selain itu juga Direktur Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB) UI, Prof Dr Supriatna, MT dan Dr Ima Mayasari, S.H, M.H dari Biro Legislasi dan Layanan Hukum (BLLH) UI.
“Harapannya, dengan hadirnya rektor, dekan dan pakar lainnya, maka akan memberikan kesempatan siapa saja di lingkup perguruan tinggi NU untuk bisa mengambil ilmu demi kemajuan di masa depan,” demikian Ifan Haryanto, yang pernah menjadi Ketua PCI NU Inggris Raya itu.











