PROBOLINGGO, SUDUTPANDANG.ID – Komandan Koramil (Danramil) 0820-01/Kanigaran Kapten Czi Bagus Handoko menghadiri upacara pembukaan Latihan Dasar Disiplin Korps (LDDK) di Lapangan SMKN 4 Kota Probolinggo, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan karakter bagi peserta didik baru. LDDK diarahkan untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat kebersamaan sejak awal peserta didik menjalani proses pendidikan.
Kapten Czi Bagus Handoko hadir bersama sejumlah pihak dalam upacara pembukaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan LDDK memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai sikap disiplin dan rasa tanggung jawab.
Menurut Bagus, kedisiplinan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun pribadi yang memiliki integritas. Karena itu, kegiatan LDDK diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan LDDK ini diharapkan seluruh peserta mampu membangun karakter yang disiplin, berintegritas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat sebagai bekal dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat,” kata Bagus.
Ia menjelaskan, kepemimpinan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan seseorang menguasai seluruh bidang. Seorang pemimpin, kata dia, justru harus mempunyai kemampuan manajerial untuk mengelola potensi yang dimiliki setiap anggota tim.
Bagus menilai pemimpin yang baik harus mampu mengenali karakter, kemampuan, serta keahlian masing-masing anggota. Dengan pemahaman tersebut, seorang pemimpin dapat menempatkan orang yang tepat sesuai bidang dan tanggung jawabnya.
“Menjadi seorang pemimpin bukanlah seorang yang ahli menguasai dalam segala bidang, tetapi seorang yang memiliki kemampuan manajerial,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan memahami karakter anggota menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang efektif. Pemimpin harus mengetahui potensi setiap orang sehingga pembagian tugas dapat dilakukan secara tepat.
“Seseorang pemimpin harus mengetahui karakter dan keahlian masing-masing dari para anggota timnya sehingga dapat menentukan orang yang tepat pada bidang yang tepat. Dan hal inilah yang menjadi kunci utama kesuksesan seorang pemimpin,” lanjutnya.

Dalam kegiatan LDDK tersebut, peserta juga didorong untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, baik dalam memimpin diri sendiri maupun ketika bekerja bersama orang lain.
Bagus mengatakan, latihan dasar disiplin tidak semata-mata diarahkan untuk membentuk kepatuhan terhadap aturan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya tanggung jawab dan kemampuan mengambil keputusan.
“Melalui kegiatan LDDK ini semua peserta akan diasah menjadi seorang leadership, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain,” ungkapnya.
Selain kepemimpinan, Bagus menekankan pentingnya membangun kerja sama tim. Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan organisasi maupun menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.
Ia mengingatkan agar semangat kebersamaan yang muncul dalam kegiatan awal tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kekompakan harus terus dijaga dan dikembangkan dalam kehidupan sekolah maupun lingkungan sosial.
“Kerja sama tim juga harus selalu dipupuk dalam suatu organisasi, jangan hanya pada permulaan saja kita kompak, namun seiring berjalannya waktu kekompakan itu mulai pudar,” tuturnya.
Bagus berharap kegiatan LDDK dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi masing-masing. Ia mendorong para peserta untuk tidak hanya menjadi pribadi yang mampu mengikuti aturan, tetapi juga memiliki keberanian untuk membawa perubahan.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai pelopor perubahan di berbagai bidang. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti LDDK diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Jadikan momentum ini sebagai mata dan tombak agen pelopor perubahan, baik dalam bidang keagamaan, ilmu pengetahuan, keterampilan maupun bidang ekstrakurikuler lainnya,” pungkas Bagus.
Kegiatan LDDK di SMKN 4 Kota Probolinggo diharapkan dapat memperkuat pembentukan karakter peserta didik baru sekaligus menumbuhkan budaya disiplin, kepemimpinan dan kerja sama.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal peserta didik menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.(ACZ/09)











