JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong koperasi di Indonesia naik kelas dengan memanfaatkan akses promosi dan jejaring internasional untuk menembus pasar global.
Dorongan tersebut disampaikan Wamenkop Farida saat menghadiri pameran China International E-Commerce Industry (CIEIE) Indonesia 2nd Session di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung pada 3-5 September 2026.
Dalam pameran tersebut, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menghadirkan sejumlah koperasi binaan dalam pameran tersebut untuk memperluas peluang bisnis melalui pertemuan antara produsen dan konsumen maupun antarpelaku usaha. Pameran internasional dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan produk koperasi sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Farida mengatakan, berdasarkan hasil pendataan dan pendampingan koperasi di berbagai daerah, terdapat tiga tantangan utama yang perlu diatasi agar koperasi dapat berkembang dan bersaing di pasar global. Ketiganya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, dan akses pasar.
“Setelah kita keliling di seluruh Indonesia dan mendatabase koperasi-koperasi, ada beberapa tantangan koperasi untuk bisa naik kelas dan menjadi kelas global. Yang pertama adalah SDM-nya, yang kedua pembiayaan, yang ketiga pasar,” ujar Farida.
Menurut Farida, koperasi yang telah memiliki produk berkualitas perlu memanfaatkan pameran internasional untuk membuka peluang masuk ke pasar ekspor. Sementara koperasi yang belum memasuki pasar global dapat menjadikan ajang tersebut sebagai sarana pembelajaran dan mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor.
Namun, Wamenkop menekankan bahwa memasuki pasar global membutuhkan kesiapan produk, terutama dalam memenuhi standar mutu dan sertifikasi yang berlaku di negara tujuan.
“Kita dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut,” katanya.
Selain membuka akses pasar, Farida menilai pameran internasional dapat menjadi ruang pembelajaran bagi koperasi. Pelaku koperasi dapat melihat praktik usaha dari pelaku lain yang telah lebih dahulu berhasil memasuki pasar ekspor.
Wamenkop berharap koperasi yang sudah menjadi eksportir juga dapat berperan sebagai penggerak bagi koperasi lainnya. Dengan pola tersebut, koperasi yang baru mempersiapkan ekspor dapat belajar dan membangun kerja sama dengan koperasi yang telah memiliki pengalaman di pasar global.
“Kalau mereka sudah masuk ke pasar global, sudah bisa menjadi eksportir agar bisa menarik teman koperasinya yang lain. Sehingga ada kooperatif antara koperasi yang sudah ekspor dengan koperasi-koperasi yang baru mau masuk ke pasar global,” ujar Farida.
Farida menambahkan, pemerintah tengah membangun ekosistem agar kesempatan berkembang tidak hanya dinikmati sebagian koperasi, tetapi dapat menjangkau koperasi produsen di berbagai daerah.
“Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas, akses pembiayaan, pendampingan pemenuhan standar dan sertifikasi, serta pembukaan akses pasar global,” katanya.
Dengan dukungan tersebut, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan bisnis, dan secara bertahap memasuki pasar ekspor.
“Dengan dukungan tersebut, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar, termasuk menuju pasar ekspor,” harapnya.(red)











