SUDUTPANDANG.ID – Iran mengembangkan rudal balistik Qassem Basir dengan kemampuan untuk mendeteksi dan mengarahkan serangan terhadap sasaran bergerak. Pengembangan senjata tersebut disebut menjadi bagian dari perubahan doktrin pertahanan Iran dalam menghadapi ancaman.
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan peluncuran rudal balistik dengan kemampuan yang ditingkatkan itu sebagai bentuk penerapan doktrin baru, yakni Iran akan mengambil tindakan terhadap ancaman bahkan sebelum serangan dilakukan.
Qassem Basir pertama kali diperkenalkan Iran pada Mei 2025. Saat itu, rudal berbahan bakar padat tersebut diklaim memiliki jangkauan setidaknya 1.200 kilometer dan membawa hulu ledak berbobot sekitar 500 kilogram.
Dikutip dari Associated Press, Ahad (13/9/2026), kemampuan yang membedakan Qassem Basir dari sejumlah rudal balistik Iran sebelumnya terletak pada sistem pencarian sasaran yang dimilikinya.
Rudal balistik konvensional umumnya diarahkan menuju koordinat yang telah ditentukan sebelum peluncuran. Sistem tersebut menjadi kurang efektif ketika digunakan untuk menghadapi sasaran yang terus bergerak, seperti kapal perang.
Qassem Basir disebut dilengkapi sistem pelacak elektro-optik dan inframerah pada bagian depan rudal. Sistem tersebut memungkinkan rudal mendeteksi objek berdasarkan karakteristik visual dan panas yang dipancarkan sasaran.
Kemampuan tersebut bekerja pada tahap akhir penerbangan. Rudal dapat menyesuaikan arah berdasarkan informasi yang diperoleh dari sistem pencari sasaran sebelum mencapai target.
Selain itu, hulu ledak Qassem Basir disebut memiliki kemampuan bermanuver sehingga tidak hanya mengikuti lintasan balistik tetap.
Kemampuan tersebut dapat menyulitkan sistem pertahanan udara dalam mendeteksi dan mencegat rudal.
Iran juga mengklaim Qassem Basir mampu menghadapi sistem pertahanan udara Patriot dan Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang digunakan Amerika Serikat.
Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya menyatakan rudal dengan kemampuan baru telah diuji dengan sasaran kapal perang Amerika Serikat.
Namun, belum dapat dipastikan apakah rudal yang digunakan dalam uji coba tersebut merupakan Qassem Basir yang disebut dalam laporan terbaru.
Amerika Serikat menyatakan sejumlah rudal balistik Iran telah ditembakkan ke arah kapal perang AS. Sebagai respons, Amerika Serikat menyerang tiga kapal minyak Iran.
Peluncuran rudal tersebut dinilai sejumlah ahli sebagai peningkatan eskalasi karena sasaran yang disebut merupakan kapal perang.
Sebelumnya, serangan Iran lebih banyak dikaitkan dengan sasaran pelayaran komersial.
Pihak Amerika Serikat menyatakan kapal perangnya berhasil menghindari serangan rudal Iran tersebut.
Qassem Basir disebut belum pernah digunakan dalam pertempuran nyata sejak diperkenalkan pada Mei 2025. Jika rudal tersebut memang digunakan dalam konflik terbaru, penggunaannya akan menjadi ujian pertama terhadap kemampuan sistem pencari sasaran dan manuver yang diklaim Iran.(red/berbagai sumber)











