PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama sejumlah pihak menghadiri uji coba landasan pacu darurat untuk pendaratan dan lepas landas (landing/take off) pesawat tempur TNI AU di ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono mengatakan, uji coba tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan infrastruktur jalan tol sebagai alternatif landasan pacu bagi pesawat tempur dalam kondisi darurat atau situasi tertentu.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung kebutuhan operasional penerbangan militer ketika pangkalan udara utama tidak dapat digunakan atau terdapat ancaman yang memerlukan alternatif landasan pacu.
“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya menguji kesiapan infrastruktur jalan tol untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan militer dalam kondisi darurat, prediksi ancaman, maupun situasi tertentu yang memerlukan alternatif landasan pacu,” kata Ribut.
Ia menjelaskan, uji coba tersebut melibatkan empat pesawat TNI AU, yakni dua unit Super Tucano dan dua unit F-16.
Kegiatan ini dinilai strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI AU sekaligus mengevaluasi aspek teknis penerbangan, keselamatan, dan kelayakan infrastruktur jalan tol apabila digunakan sebagai landasan pacu darurat.
“Hasil kegiatan dapat menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan prosedur penggunaan jalan tol sebagai landasan pacu darurat pesawat TNI AU,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, pengujian tersebut penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung apabila pangkalan udara utama tidak dapat beroperasi.
“Bagi Angkatan Udara, pengujian ini menjadi bagian dari upaya penyiapan alternatif dukungan operasi penerbangan dalam kondisi tertentu, misalnya saat kita sudah tidak bisa menggunakan lagi pangkalan udara atau bandara untuk kepentingan operasi,” kata Tonny.
Ia menegaskan, uji coba di Probolinggo merupakan kegiatan kedua yang dilakukan TNI AU. Sebelumnya, uji coba serupa dilaksanakan di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada Februari 2026.
Menurut Tonny, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi, meliputi Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, pengelola jalan tol, pengatur lalu lintas udara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, serta Pemerintah Kota Probolinggo.
Meski demikian, pemanfaatan jalan tol sebagai landasan pacu pesawat memiliki sifat terbatas dan situasional. Fungsi utama jalan tol tetap diprioritaskan sebagai sarana transportasi publik.
Tonny juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas gangguan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas selama persiapan hingga pelaksanaan uji coba tersebut.
“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas gangguan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas selama tahap persiapan hingga pelaksanaan uji coba,” tuturnya.(ACZ)










