LOMBOK BARAT-NTB|SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 114 anak dari 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat diberangkatkan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 NTB di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Program pendidikan berasrama gratis tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Pelepasan siswa dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat Hj. Nurul Adha di Bencingah Agung Giri Menang, Gerung, Senin (2/11/2026).
Menurut Wabup Nurul Adha, keberangkatan para siswa asal Lombok Barat tersebut menjadi awal dari rangkaian persiapan sebelum mereka mengikuti kegiatan belajar, termasuk pemeriksaan kesehatan dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Nurul Adha mengatakan, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Menurutnya, latar belakang ekonomi keluarga tidak seharusnya membatasi kesempatan anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu. Jadikan kesempatan ini sebagai kekuatan untuk meraih cita-cita dan mengubah masa depan keluarga,” kata Nurul Adha.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyediakan pendidikan berasrama tanpa biaya. Fasilitas yang diberikan mencakup kebutuhan makan, seragam, pendidikan, serta pembinaan karakter dan akhlak.
Nurul Adha meminta para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh.
Ia juga mengingatkan mereka untuk menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan pembina asrama, serta membangun hubungan baik dengan sesama siswa.
Sebelum mengikuti pembelajaran, seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan fisik dan psikososial. Tahapan tersebut dilanjutkan dengan MPLS untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan asrama.
Melalui kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, siswa juga akan mendapatkan pembinaan kedisiplinan, nilai kebangsaan, cinta tanah air, kemandirian dan kebersamaan dengan teman dari berbagai daerah.
Kepada orang tua dan wali siswa, Nurul Adha meminta agar memberikan dukungan kepada anak-anak selama menjalani pendidikan di luar daerah.
Ia memahami bahwa melepas anak untuk tinggal jauh dari keluarga bukan perkara mudah. Namun, dukungan dan doa orang tua dinilai penting agar siswa dapat mengikuti pendidikan dengan percaya diri.
Ia juga meminta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A), serta pendamping sosial untuk menjaga komunikasi dengan keluarga siswa.
“Pendampingan tersebut diharapkan membantu orang tua memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi dan pendidikan anak secara berkala,” harapnya.
Pihaknya juga berharap dapat membangun Sekolah Rakyat sendiri. Menurut Nurul Adha, rencana tersebut masih dalam tahap koordinasi dan persiapan bersama perangkat daerah terkait.
“Kita berharap pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Lombok Barat dapat mulai berjalan pada 2027. Dengan demikian, anak-anak dari daerah tersebut nantinya dapat mengikuti program serupa tanpa harus menempuh pendidikan di luar kabupaten,” katanya.
Pelepasan 114 siswa tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat Muhali, Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Saeful Akhkam, Kepala Dinas Sosial Arif Suryawirawan, jajaran organisasi perangkat daerah, para camat, pendamping sosial, serta orang tua dan wali siswa.
Pada akhir kegiatan, Nurul Adha secara resmi melepas keberangkatan para siswa bersama wali pendamping menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 NTB di Kabupaten Lombok Utara.(Ilham/01)











