JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat mengajak kementerian dan lembaga pemerintah memperkuat sinergi untuk menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I/2026 DKI Jakarta. Kolaborasi tersebut difokuskan pada publikasi, sosialisasi, dan penyebarluasan informasi agar ajang olahraga pantai itu dikenal luas oleh masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Media dan Humas KONI Pusat bersama perwakilan kementerian dan lembaga di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
PON Pantai I/2026 dijadwalkan berlangsung pada 21-27 November 2026 di kawasan Ancol, Jakarta. Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi atlet, tetapi juga diharapkan mendorong pengembangan olahraga pantai dan perairan, sport tourism, serta industri olahraga nasional.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga pantai dan air. Keberadaan wilayah pesisir di berbagai provinsi menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan atlet sekaligus memperkenalkan destinasi wisata berbasis olahraga.
Penyelenggaraan PON Pantai juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet melalui pengalaman bertanding di level nasional. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi sarana mengukur dan mengevaluasi program pembinaan olahraga di daerah.
Ketua Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima Putra, menegaskan keberhasilan PON Pantai tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan, tetapi juga dampak positif yang ditimbulkan melalui publikasi.
Menurutnya, kolaborasi antarkementerian, lembaga, dan media diperlukan untuk membangun narasi olahraga yang inspiratif sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci suksesnya PON Pantai I/2026 DKI Jakarta. Kita ingin ajang ini bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menghadirkan pesan positif bahwa olahraga mampu menjadi alat pemersatu bangsa,” ujar Tirto.
Ia menambahkan, penyelenggaraan di kawasan Ancol juga membuka peluang pengembangan sport tourism melalui promosi destinasi wisata yang terintegrasi dengan kegiatan olahraga.
Tirto berharap publikasi PON Pantai dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, tidak terbatas pada komunitas olahraga, tetapi juga wisatawan dan masyarakat umum.
Publikasi PON Pantai Diperluas
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga menyatakan kesiapan mendukung sosialisasi PON Pantai I/2026.
Hadir dalam pertemuan tersebut Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Molly Prabawaty, Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga Putri Viola bersama Inda Purnama, perwakilan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kantor Staf Presiden (KSP), Densus 88, serta tim media KONI DKI Jakarta yang dipimpin Ahmad Yani.
Kabid Media dan Humas KONI DKI Jakarta, Ahmad Yani, menjelaskan sosialisasi telah dilakukan melalui sejumlah fasilitas transportasi publik, termasuk Transjakarta.
Ke depan, publikasi akan diperluas melalui seluruh rute Transjakarta, MRT, dan fasilitas publik Jakpro. KONI DKI Jakarta juga berencana melibatkan atlet dengan jumlah pengikut media sosial yang besar untuk menjangkau kalangan generasi muda.
Selain itu, penguatan publikasi digital dilakukan melalui website resmi PON Pantai I/2026 DKI Jakarta. Platform tersebut diharapkan menjadi pusat informasi mengenai jadwal pertandingan, venue, atlet, hasil kompetisi, dan perkembangan penyelenggaraan.
Optimalisasi media sosial juga menjadi perhatian agar informasi dapat disampaikan secara cepat, menarik, dan mudah diakses masyarakat.
Staf Ahli Menteri Komdigi, Molly Prabawaty, menyatakan pihaknya siap mengupayakan dukungan bagi penyelenggaraan PON Pantai, termasuk pengadaan media center, tim redaksi, dan distribusi informasi melalui jaringan komunikasi pemerintah.
“Kami akan menyampaikan laporan kepada Ibu Menteri Komdigi serta mengupayakan dukungan untuk pengadaan media center,” kata Molly.
Ia juga membuka peluang pemanfaatan videotron dan berbagai fasilitas komunikasi publik milik kementerian serta lembaga untuk memperluas jangkauan sosialisasi.
Menurut Molly, meskipun waktu penyelenggaraan semakin dekat, dukungan publikasi akan diupayakan secara maksimal melalui kolaborasi lintas instansi.
Olahraga sebagai Ruang Persatuan
Densus 88 turut menyampaikan peluang dukungan terhadap PON Pantai melalui publikasi, bantuan tenaga, hingga kemungkinan membuka booth selama penyelenggaraan.
Dukungan tersebut sejalan dengan pesan olahraga sebagai ruang untuk memperkuat toleransi, persahabatan, kebudayaan, dan persatuan bangsa.
Perwakilan Densus 88 menilai olahraga dapat menjadi sarana bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi tanpa dibatasi latar belakang keluarga maupun lingkungan.
Sementara itu, KSP dan Bakom menyatakan kesiapan membantu penyebarluasan informasi melalui kanal komunikasi pemerintah. Dukungan juga berpotensi dilakukan melalui dialog publik dan produksi podcast.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut membuka peluang kolaborasi publikasi melalui website resmi dan berbagai kanal komunikasi digital.
Tenaga Ahli Menpora, Putri Viola, menyampaikan pertukaran materi foto dan video serta informasi mengenai atlet dan figur olahraga dapat memperkuat pemberitaan PON Pantai.
“Kami siap mendukung penyebarluasan informasi PON Pantai I/2026 melalui kanal komunikasi Kemenpora RI,” ujarnya.
Sinergi KONI Pusat bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, media, dan komunitas olahraga diharapkan menjadi fondasi keberhasilan PON Pantai I/2026 DKI Jakarta.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi olahraga pantai dan perairan Indonesia, memperluas minat masyarakat terhadap olahraga, serta membuka peluang pertumbuhan sport tourism dan industri olahraga nasional. (AGF).



