Cegah Banjir Akibat Sampah, Warga Kudus-Jateng Diminta Bersihkan Sungai

Sampah menumpuk di aliran Sungai Pesantren dan menyumbat di bawah jembatan di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, sehingga mengakibatkan banjir pada Sabtu (10/11/2022) pukul 23.00 WIB. Sehingga air limpasan menggenangi 11 rumah warga Desa Kedungdowo dan Desa Mijen. FOTO:dok.Ant

KUDUS, JATENG, SUDUTPANDANG.ID – Bupati Kudus Hartopo meminta warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bergotong-royong membersihkan aliran sungai dari sampah yang menumpuk sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir, menyusul curah hujan mulai meningkat.

“Selama ini di Kabupaten Kudus ada program Jumat bersih. Kami minta jika program tersebut mulai kendur, digalakkan lagi mumpung curah hujan belum begitu tinggi,” ujarnya di Kudus, Jumat.

IMG-20220125-WA0002

Ia meminta pemerintah desa yang di daerahnya ada aliran sungai untuk dibersihkan karena selama ini masih ada yang membuang sampah di sungai, sehingga berpotensi menimbulkan banjir ketika sampah tersebut menumpuk dan menyumbat aliran airnya. Warga juga diminta jangan lagi membuang sampah di sungai.

BACA JUGA  Mensos Buat Lumbung Sosial di Lokasi Banjir Kalbar

Sasaran pembersihan tidak hanya sungai, melainkan saluran air yang ada di perkampungan warga juga perlu dibersihkan agar tidak menimbulkan genangan banjir.

Kasus banjir yang terjadi di beberapa daerah di Kudus, salah satunya karena faktor sampah yang menyumbat di kolong jembatan sehingga menghambat arus air dan mengakibatkan air melimpas dan mengakibatkan banjir.

Bahkan, akibat sampah yang menyumbat di jembatan akhirnya menimbulkan tanggul sungai jebol sehingga mengakibatkan banjir. Sedangkan kasus banjir terbaru akibat sampah terjadi di Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (10/11) 2022 pukul 23.00 WIB.

Sampah yang diduga dibuang warga di aliran Sungai Pesantren akhirnya menumpuk di jembatan Desa Mijen dan tidak bisa terbawa arus air, sehingga air limpasan menggenangi 11 rumah warga Desa Kedungdowo dan Desa Mijen.

BACA JUGA  Jakarta Banjir Lagi, Pengamat Ini Sebut Buruknya Sistem Drainase

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munaji menambahkan selain mengakibatkan banjir, talud Sungai Pesantren sepanjang 20 meteran juga ambrol karena tidak mampu menahan debit air yang meningkat.

Tembok bangunan milik warga yang kebetulan berdekatan dengan sungai tersebut, kata dia, juga jebol.

Untuk mengevakuasi sampah yang menyumbat jembatan, katanya, akan menggunakan eskavator serta kerja bakti melibatkan warga dari dua desa, yakni Desa Mijen dan Kedungdowo, termasuk melibatkan Dinas PUPR, BPSDA dan kecamatan.

Instruksi Bupati Kudus untuk membersihkan sungai maupun saluran air, ternyata sudah direspons terlebih dahulu oleh masyarakat di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, dengan dukungan PT Pura Group pada pertengahan Oktober 2022.

BACA JUGA  Indonesia Patriots Unggul Hingga Kuarter Kedua

Direktur HR-GA Pura Group Agung Subani didampingi Humas Noor Faiz mengungkapkan kegiatan membersihkan saluran air waktu itu, dilakukan di Desa Jati Wetan dan Jati Kulon.

Kegiatan tersebut, rencananya dilakukan selama dua bulan hingga musim hujan datang. Sedangkan antisipasi banjir di desa setempat, perusahaan kertas terbesar di Indonesia itu juga menyiapkan mobil siaga banjir serta penyuplai air bersih maupun penyedot genangan banjir serta mobil ambulans untuk kebutuhan masyarakat sekitar. (02/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *