Dari Atap Bocor hingga Harapan Baru: Kisah Nurlaila dan Jejak Abadi TMMD 128 di Bekasi

Program TMMD Reguler ke-128 di Bekasi menghadirkan harapan baru bagi warga Jatirangga. (Ist/sp).

BEKASI, SUDUTPANDANG.ID – Dulu, setiap kali awan gelap menggelayut di atas Kelurahan Jatirangga, hati Nurlaila ikut mendung. Bukan karena takut hujan, melainkan karena kecemasan akan atap seng rumahnya yang keropos. Air merembes masuk, membasahi lantai, dan membuat malam-malamnya terasa dingin dan tidak nyaman. Rumah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru menjadi sumber kekhawatiran bagi ibu rumah tangga warga RT 03/RW 09 itu.

Namun, hari ini, Kamis (21/5/2026), Nurlaila berdiri dengan dada lapang di halaman rumahnya yang kini bercat cerah dan beratap kokoh. Senyumnya merekah lebar, secerah langit Bekasi pagi itu. Ia bukan hanya mendapatkan rumah baru; ia mendapatkan kembali martabat dan ketenangan hidup.

Transformasi hunian Nurlaila adalah satu dari ribuan cerita sukses yang lahir dari Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026. Di Lapangan Bumi Eraska, Jatirangga, Letnan Jenderal TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H., Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), secara resmi menutup program bergengsi ini dengan capaian 100 persen.

Sentuhan Tangan Negara di Tengah Rakyat

BACA JUGA  Wawali Bobihoe : Siapkan Pemulihan Sekolah Pasca Banjir

Bagi Nurlaila, kehadiran Satgas TMMD Kodim 0507/Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi (Kodim 0507/BKS) bagaikan oase di tengah kekeringan harapan. Prajurit-prajurit yang datang dengan seragam loreng itu tidak hanya membawa alat berat, tetapi juga empati. Mereka mendengarkan keluh kesah warga, bekerja siang malam, dan memastikan setiap paku tertancap dengan kuat.

“Saya tidak menyangka perubahan bisa secepat ini. Dulu saya malu mengundang tetangga karena kondisi rumah. Sekarang, saya bangga. Terima kasih Bapak-bapak TNI, terima kasih Pemkot Bekasi,” ucap Nurlaila sambil menahan haru.

Kisah Nurlaila mewakili lima kepala keluarga lain yang rumahnya direhabilitasi total dalam program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni). Namun, dampaknya jauh lebih luas. Ribuan warga Jatirangga dan sekitarnya kini menikmati jalan beton sepanjang 823,3 meter yang mulus, drainase 913 meter yang bebas genangan, serta akses air bersih dari 5 sumur bor baru.

Kolaborasi yang Menghasilkan Karya Nyata

Keberhasilan mengubah nasib Nurlaila dan warga Bekasi lainnya tidak lepas dari sinergi luar biasa. Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno dalam amanat penutupannya menekankan bahwa TMMD 128 adalah bukti nyata “Negara Hadir”.

BACA JUGA  Naik Motor Trail CRF, Tim Wasev Tinjau TMMD ke-128 dan Salurkan Bantuan Sembako di Jatirangga

“Kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah, khususnya dukungan APBD Kota Bekasi sebesar Rp2,5 miliar, adalah kunci utama. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi wujud kepedulian negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dari level paling dasar,” tegas Danpusterad.

Plh. Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, menambahkan bahwa TMMD telah mempererat tali silaturahmi antara aparat dan warga. “Program ini menunjukkan bahwa TNI dan Pemda bergerak satu napas untuk masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dedikasi para prajurit,” ujarnya.

Lebih Dari Sekadar Bangunan: Warisan Kemanusiaan

Jejak TMMD 128 di Bekasi tidak berhenti pada semen dan batu bata. Program non-fisik yang dijalankan secara paralel telah menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih dalam. Satgas membagikan 200 paket sembako untuk membantu pencegahan stunting, mengembangkan 500 meter lahan ketahanan pangan, serta memberikan penyuluhan kesehatan dan wawasan kebangsaan.

BACA JUGA  Wawali Bekasi Minta Camat dan Lurah Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Warga

Puncak kepedulian ini terlihat usai upacara penutupan, ketika Danpusterad, Gubernur, Pangdam, dan Wali Kota secara simbolis menyerahkan bantuan kaki palsu dan sembako kepada warga disabilitas dan kurang mampu. Momen itu menegaskan bahwa pembangunan sejati harus inklusif dan menjangkau mereka yang paling rentan.

Pesan untuk Generasi Esok

Sebelum meninggalkan Bekasi, Danpusterad Mochamad Syafei Kasno meninggalkan pesan penting bagi Nurlaila dan seluruh warga: “Rawatlah ini bersama-sama. Tanamkan rasa memiliki. Jangan biarkan semangat gotong royong ini pudar.