oleh

Demokrat Tolak Koalisi, Ini Kata PDIP

Jakarta, SudutPandang.id-Politisi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengingatkan Partai Demokrat tidak terperangkap fenomena yang sementara. Hal ini dikatakan Hendrawan, menanggapi sikap Partai Demokrat yang menolak berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang dinilai tengah membangun kekuatan dari sekarang untuk Pemilu 2024.

“Politik sangat dinamis. Pilihan-pilihan politik bisa berubah setiap waktu. Jadi jangan terperangkap dengan fenomena yang sifatnya temporer,” ujar Hendrawan di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Menurut Anggota Komisi XI DPR-RI ini, ruang penjajakan masih harus dibuka. Sebab, seni membangun kebersamaan dan kesepakatan adalah bagian dari politik.

“Jadi ruang saling berkomunikasi, saling menjajaki, harus terus dibuka dan dimanfaatkan. Seni membangun kebersamaan dan kesepakatan adalah bagian dari politik,” katanya.

Terkait peluang PDIP dan Gerindra berkoalisi di 2024, ia menilai mungkin saja terjadi. Namun masih terlalu jauh membahasnya.

“Masih jauh. Dalam politik, semua serba mungkin. Tapi ketergesa-gesaan juga berbahaya,” kata Hendrawan.

Terpisah, Politisi Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, pihaknya memandang rencana membangun kekuatan politik besar antara PDIP dan Partai Gerindra. Hal itu tampak dari pertarungan politik pemilihan Wagub DKI di DPRD Jakarta.

“Tahun 2024 masih lama. Tapi PDIP dan Gerindra memulai genderang bersatu dari sekarang. Itu hal biasa, meski tak elok Pak Jokowi kekuasaannya berusia muda di jabatan ke dua. Perang pertama dimulai pemilihan Cawagub DKI. Tidak mungkin Demokrat mendukung koalisi Gerindra dan PDIP,” kata Politisi Partai Demokrat Andi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

“Sangat disayangkan. Apalagi, membangun kekuatan itu di tengah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga kader PDIP masih berkuasa. Hal tersebut tidak etis,” sambung Andi Arief.(ruli)

BACA JUGA  Roy Suryo Tidak Ingin Lagi Dilabeli Sebagai Politisi

Komentar

News Feed