Harga Kedelai Tinggi, Perajin Tahu Tempe Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata dengan Nasib Kami

Pengrajin kedelai Foto :(istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID –Harga kacang kedelai impor dalam beberapa pekan terakhir terus meroket.Dari yang semula hanya sekitar Rp 8.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp 11.240 per kilogram.

Kondisi ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena sudah tak mampu lagi bertahan dan terancam gulung tikar

IMG-20220125-WA0002

Atas kenaikan tersebut, perajin tahu tempe yang tergabung dalam Payuban Dadi Rukun mogok produksi selama 3 hari.

Ketua Umum Paguyuban Dadi Rukun Rasjani mengatakan, selain mogok produksi, para perajin tempe di wilayah Depok dan sekitarnya juga akan menggelar aksi unjuk rasa dalam bentuk aksi teatrikal yang dilakukan hari ini.

“Mogok produksi kami lakukan karena para perajin tahu dan tempe sudah tidak bisa jualan karena harga bahan baku naik tajam,” ujar Rasjani dalam siaran persnya, Selasa (27/9)

Rasjani menjelaskan, para perajin tempe di Depok akan menumpuk drum dan kerei di lapangan di dekat sentra produksi tempe di wilayah Depok. Drum dan kerei merupakan alat produksi pembuatan tempe

Drum biasa dipakai untuk merebus kedelai. Sementara ‘kerei’ digunakan untuk menyusun tempe.

“Kami sengaja menumpuk drum dan kerei di lapangan sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kedelai yang membuat kami tidak bisa produksi,” ujar Rasjani

Para perajin tempe ini meminta pemerintah turun tangan untuk mengendalikan harga kacang kedelai impor.

Mereka juga mendesak importir dan distributor kedelai impor tak seenaknya menaikkan harga

“Pemerintah tak bisa lagi tutup mata dengan nasib kami,” katanya

Aksi unjuk rasa ini diikuti oleh sekitar seratus perajin tempe dari berbagai wilayah di Depok dan sekitarnya.

Selain menumpuk peralatan produksi, mereka juga membentangkan berbagai spanduk berisi protes atas kenaikan harga kacang kedelai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.