Jabat Waketum PB Mathla’ul Anwar, Aat Surya Safaat Siap Jaga Marwah Organisasi

Avatar photo
Jabat Waketum PB Mathla'ul Anwar, Aat Surya Safaat Siap Jaga Marwah Organisasi
Wartawan Senior Aat Surya Safaat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai pelantikan Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) masa bakti 2026-2031 di Gedung Pakuan Bandung pada 20 Juni 2026 (Foto: Dok. Humas PBMA)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar, Aat Surya Safaat, menyatakan siap menjaga marwah atau kehormatan serta reputasi Mathla’ul Anwar sejalan dengan misi transformasi baru organisasi tersebut, yakni “Mathla’ul Anwar Naik Level: Bangkit, Berdaya dan Berpengaruh.”

“Bersama pengurus baru di bawah kepemimpinan Dr KH Jazuli Juwaini MA, kami siap menjadikan Mathla’ul Anwar semakin adaptif, progresif, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai organisasi dakwah, pendidikan, dan sosial,” ujar Aat dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Sebelumnya, Mathla’ul Anwar menggelar Muktamar XXI di Serang, Banten, pada 12 April 2026. Dalam muktamar tersebut, anggota DPR RI, Dr KH Jazuli Juwaini MA, terpilih sebagai Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar periode 2026-2031.

Dalam kepengurusan baru itu, Aat Surya Safaat mendapat amanah sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Litbang, dan Kehumasan PB Mathla’ul Anwar.

Pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar masa bakti 2026-2031 dilaksanakan di Gedung Pakuan, Bandung, pada 20 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.

Aat menegaskan komitmennya untuk turut memajukan Mathla’ul Anwar yang telah berusia lebih dari satu abad, di tengah kesibukannya sebagai Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) PWI.

BACA JUGA  PB Mathla’ul Anwar 2026-2031: Menjaga Khittah dengan Tetap Mengikuti Perkembangan Zaman

“Ini soal manajemen waktu. Insya Allah semuanya akan bisa dilaksanakan dengan baik,” ujar putra Pandeglang, Banten, yang semasa kuliah aktif di sejumlah organisasi, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FISIP Universitas Airlangga, Surabaya.

Saat menjabat Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di New York pada 1993-1998, Aat juga aktif sebagai anggota Asosiasi Wartawan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCA) dan New York Foreign Press Center (NFPC). Mantan Direktur Pemberitaan ANTARA itu kini juga mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Bidang Infokom MUI serta Direktur LUKW PWI.

Aat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pengurus Besar, Majelis Amanah, Majelis Fatwa, Dewan Pembina, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, serta Perguruan Mathla’ul Anwar atas komitmennya memajukan umat melalui bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.

Menurut Aat, perubahan zaman menuntut Mathla’ul Anwar menghadirkan model dakwah yang lebih kontekstual dan inklusif. Dakwah tidak lagi terbatas di mimbar dan majelis taklim, tetapi juga harus hadir di ruang digital, media sosial, serta berbagai platform komunikasi modern dengan tetap menjunjung prinsip hikmah, moderasi, dan persatuan umat.

Di bidang sosial dan pemberdayaan, Mathla’ul Anwar juga dituntut mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketimpangan pendidikan, hingga tantangan kebangsaan. Kehadiran organisasi, menurutnya, harus benar-benar dirasakan sebagai kekuatan yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat.

BACA JUGA  Rekam Jejak Dua Pilot Batik Air yang Tertidur, Dibebastugaskan!

Modernisasi Mathla’ul Anwar

Ia meyakini kepemimpinan Dr KH Jazuli Juwaini akan membawa Mathla’ul Anwar menjadi organisasi yang modern dalam manajemen dan profesional dalam tata kelola, tanpa meninggalkan nilai, etika, serta tradisi pengabdian kepada umat dan bangsa.

Di bidang pendidikan, kata Aat, transformasi harus diwujudkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), inovasi kurikulum, serta pemanfaatan teknologi digital tanpa mengabaikan pembentukan karakter dan akhlak.

“Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Saat ini, Mathla’ul Anwar memiliki kepengurusan di 30 provinsi, lebih dari 60 perguruan, serta ribuan madrasah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi tersebut juga memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), yang menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Provinsi Banten.

Sebagai infomasi, Mathla’ul Anwar didirikan pada 10 Juli 1916 atau bertepatan dengan 10 Syawal 1334 Hijriah di Menes, Kabupaten Pandeglang, oleh KH E Mohammad Yasin, KH Tb Mohammad Sholeh, KH Mas Abdurrahman, bersama sejumlah ulama setempat.

BACA JUGA  Mathla’ul Anwar Siap Kembangkan Pesantren Vokasi

Organisasi Islam tersebut berdiri empat tahun setelah Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Kauman, Yogyakarta, oleh KH Ahmad Dahlan, serta sekitar satu dekade sebelum Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.

Secara harfiah, Mathla’ul Anwar berarti “tempat terbitnya cahaya”. Nama tersebut mencerminkan cita-cita organisasi untuk membebaskan umat dari kebodohan dan keterbelakangan melalui pengembangan pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.(rkm)