ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dengan memperkuat kapasitas tenaga pendidik, khususnya Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.
Kegiatan yang berlangsung atas kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara itu diikuti oleh seluruh Guru BK dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Asahan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, SE, MSi, hadir sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa Guru BK memiliki peran yang sangat strategis dalam dunia pendidikan karena tidak hanya bertugas menangani persoalan kedisiplinan siswa, tetapi juga berfungsi sebagai pendamping dalam pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta penguatan kesehatan mental peserta didik.
Menurut Musa Al Bakri, tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital yang memengaruhi kehidupan anak-anak dan remaja.
Oleh karena itu, keberadaan Guru BK menjadi semakin penting untuk membantu siswa menghadapi berbagai persoalan yang muncul baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Guru BK merupakan garda terdepan dalam mendampingi perkembangan karakter, mental, dan potensi peserta didik. Mereka memiliki peran penting dalam membantu siswa menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sekaligus mengarahkan mereka untuk berkembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas dapat memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa.

Dengan pendampingan yang tepat, peserta didik akan lebih mudah mengelola emosi, meningkatkan motivasi belajar, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan kemampuan sosial yang baik.
Karena itu, peningkatan kompetensi Guru BK harus menjadi perhatian bersama agar layanan yang diberikan kepada siswa semakin profesional, efektif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dalam kegiatan diseminasi tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait penguatan kompetensi layanan konseling, teknik pendampingan siswa, pendekatan psikologis dalam menangani permasalahan peserta didik, hingga strategi membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Musa Al Bakri menilai pembaruan kompetensi sangat diperlukan mengingat karakteristik peserta didik saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.
Era digital menghadirkan tantangan baru, seperti penggunaan media sosial yang tidak terkendali, perundungan atau bullying, tekanan psikologis, hingga berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan mental remaja.
“Guru BK harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Mereka dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memahami kondisi psikologis siswa, serta mampu memberikan solusi yang tepat terhadap berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik siswa semata, tetapi juga dari keberhasilan sekolah dalam membentuk karakter yang kuat, integritas, disiplin, serta kemampuan sosial yang baik.
Untuk itu, Guru BK diharapkan dapat menjadi sahabat sekaligus motivator bagi siswa dalam menjalani proses pendidikan.
Dengan pendekatan yang humanis dan profesional, guru dapat membantu peserta didik mengenali potensi diri dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara maksimal.
Lebih lanjut, Musa Al Bakri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan ruang pengembangan kompetensi bagi para guru melalui berbagai pelatihan, workshop, dan kegiatan diseminasi.
Menurutnya, investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas tenaga pendidik harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini dan masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap layanan bimbingan dan konseling di sekolah dapat semakin optimal.
Guru BK tidak hanya diharapkan mampu menyelesaikan persoalan kedisiplinan siswa, tetapi juga menjadi pendamping yang mampu memberikan motivasi, membangun karakter positif, serta membantu peserta didik mencapai prestasi terbaiknya.
Sinergi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, BBGTK Provinsi Sumatera Utara, dan para tenaga pendidik diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Dengan dukungan kompetensi yang terus diperbarui, para guru dapat menjalankan tugas secara lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan diseminasi ini sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat kualitas pendidikan daerah.
Melalui peningkatan kompetensi Guru BK, diharapkan lahir generasi muda Asahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mental tangguh, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Dengan peran aktif Guru BK sebagai garda terdepan pembentukan karakter siswa, dunia pendidikan di Kabupaten Asahan diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (MA/09)










