Magetan Kenalkan “Bubur California” Sebagai Agensia Hayati OPT

Petugas dari Dinas Hortikultura, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan, Jatim, Senin (24/10/2022) menunjukkan hasil bubur California sebagai agen hayati pemberantasan hama tanaman (OPT) seperti belalang, tikus, cutthroat, dan jamur. FOTO:dok.Ant

MAGETAN, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) mengenalkan pembuatan “bubur California” sebagai agensia hayati untuk mengatasi masalah organisme penganggu tanaman (OPT) di sektor pertanian setempat.

Pengawas Pengendali Organisme Pengganggu Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Suradi di Magetan, Senin (24/10/2022) mengatakan, memasuki musim tanam padi seiring dengan musim hujan saat ini, pihaknya mengajak para petani menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan untuk mencegah hama tanaman.

IMG-20220125-WA0002

“Salah satu agen hayati untuk mencegah serangan hama wereng dan tikus adalah dengan pembuatan bubur California,” katanya.

Menurut dia bubur California merupakan salah satu ramuan untuk mencegah serangan wereng, penyakit lainnya seperti potong leher, dan bahkan tikus, sehingga hama enggan merusak padi dan tanaman hortikultura lainnya karena ramuan itu menimbulkan bau menyengat bagi OPT.

BACA JUGA  Wujudkan Masyarakat Sehat, Kodim 1207 Bentuk Satgas Desa Tangkal Covid-19

Suradi menjelaskan, untuk membuat agen hayati bubur California tidak sulit karena bahan yang dibutuhkan merupakan bahan alami yang banyak tersedia di lingkungan petani. Adapun, bahan yang digunakan adalah belerang 1 kilogram, kapur 1 kilogram, dan air 10 liter.

Bahan-bahan tersebut kemudian direbus hingga mendidih dan sampai warna air berubah menjadi kuning.

“Pembuatan bubur California sangat mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan hanya direbus sampai mendidih, sampai airnya berwarna kuning. Itu saja tidak sulit,” katanya.

Dari campuran pembuatan bubur California, akan menghasilkan cairan berwarna kuning yang merupakan pestisida cair ramah lingkungan dan endapan yang dinamakan bubur California.

Adapun cairan warna kuning dapat digunakan dengan cara disemprot ke tanaman, sedangkan endapannya diaplikasikan dengan cara dibalurkan ke batang pohon buah.

BACA JUGA  Indonesia Usung Produk Pertanian di Pameran Impor China

“Seperti pohon jeruk, misalnya. Agensia hayati itu efektif untuk mengusir hama batang jeruk dan pengusir lalat buah,” katanya.

Selain itu, hama patek pada buah cabai juga bisa memanfaatkan agensia hayati tersebut. Untuk endapannya yang dinamakan bubur California, efektif diaplikasikan pada batang pohon tanaman.

Ia menambahkan memasuki musim tanam di musim hujan yang rawan terjadi peningkatan perkembangbiakan OPT, maka Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan telah melakukan pembuatan 1.000 liter bubur California yang akan dibagikan ke para petani.

“Hal itu mengingat musim hujan merupakan musim yang rentan pada pertumbuhan jamur dan bakteri pengganggu tanaman,” tambahnya.

Guna mendukung penggunaan agensia hayati tersebut, di setiap kecamatan nantinya akan digalakkan pembuatan bubur California agar para petani bisa membuat pestisida alami sendiri sehingga produk pertanian mereka ramah lingkungan.

BACA JUGA  Sopir TransJakarta yang Tabrak Warga Tak Jadi Tersangka

Selain produk pertanian yang ramah lingkungan, lanjutnya, penggunaan agensia hayati bubur California juga bertujuan untuk perbaikan struktur tanah karena bahan-bahan yang digunakan ramah lingkungan, kata Suradi. (02/Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *