JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Film Children of Heaven versi Indonesia akan resmi tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026 mendatang. Adaptasi dari film legendaris asal Iran yang pernah masuk nominasi Oscar tahun 1999 itu kini hadir dengan sentuhan lokal lewat garapan sutradara Hanung Bramantyo dan produksi MD Entertainment.
Produser MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengaku sangat puas dengan hasil akhir film tersebut. Ia bahkan menyebut Children of Heaven sebagai salah satu karya terbaik yang pernah diproduksi rumah produksinya.
“Bagi saya ini salah satu film terbaik dari MD, dari saya atau yang pernah saya buat. Saya puas sekali. Saya beruntung ini cerita bisa jatuh ke tangan MD Entertainment,” ujar Manoj Punjabi dalam acara Gala Premiere di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Manoj, keberhasilan film ini tidak lepas dari penyutradaraan Hanung Bramantyo serta ketepatan dalam menentukan pemain. Film ini memperkenalkan dua aktor cilik, Jared Ali sebagai Ali dan Humaira Jahra sebagai Zahra.
Selain itu, film juga diperkuat oleh sejumlah nama besar seperti Andri Mashadi, Faradina Mufti, Selamet Rahardjo, Dodit Mulyono, Oki Rengga, hingga Muhadkly Acho.
“Bagi saya tidak ada pemain yang jelek atau bagus. Yang ada adalah right casting. Di sini semua tepat. Kalau saya punya kapsul waktu dan bisa mengulang, saya tidak akan mengganti satu pun jajaran pemain ini,” tegas Manoj.
Manoj juga mengaku terbawa emosi saat menyaksikan film tersebut, terutama di bagian akhir cerita yang dianggap sangat intens.
“20 menit terakhir saya sampai berkeringat menontonnya. Dari menit ke menit saya bisa merasakan ketegangannya. Saya merasa sangat terlibat dengan karakternya, sampai akhirnya soundtrack lagu yang luar biasa itu keluar,” ungkapnya.
Ia berharap film ini bisa diterima luas oleh masyarakat Indonesia dan memberikan warna baru bagi perfilman nasional melalui kisah sederhana tentang perjuangan serta kasih sayang saudara.
“Saya merasa saat nonton film ini ada kepuasan yang luar biasa. Harapan saya film ini bisa diterima. Namun, apa pun itu, saya akan tetap bangga dengan film Children of Heaven ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Hanung Bramantyo mengaku proyek ini sangat dekat dengan karakter film yang selama ini ia sukai,
yakni drama realistis yang emosional.
“Saya memang menyukai realisme, drama saya memang saya suka. Tapi kemudian dipaksa sama pak Manoj untuk menjadi larger. Harus lebih heboh lagi,” kata Hanung.
Meski diminta membuat film lebih besar secara visual, Hanung tetap mempertahankan gaya penyutradaraan yang tenang dan natural. Ia bahkan mengawasi ketat proses editing agar ritme cerita tetap terasa emosional.
“Pada saat bikin film ini saat editing, editingnya saya jagain betul karena saya tidak mau banyak cut, saya nggak mau. Karena film ini pelan, berusaha untuk pelan,” jelasnya.
Menurut Hanung, kekuatan utama Children of Heaven justru berada pada kesederhanaan cerita yang mampu membangun emosi penonton secara perlahan.
Selain itu, ia juga menaruh perhatian besar terhadap musik dan original soundtrack yang dinilai memiliki peran penting dalam membangun suasana film.
“Pentingnya original soundtrack dalam sebuah film. Saya merasa bahwa itu penting buat marketing. Dari situ kita ketrigger untuk membuat original soundtrack. Buat saya lagunya bagus banget,” ujarnya.(04)









