Iran Ingatkan AS untuk Tidak Masuk Selat Hormuz Tanpa Koordinasi

Avatar photo
Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal Komersial Selama Gencatan Senjata Lebanon
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah Iran memperingatkan akan menyerang pasukan Amerika Serikat jika memasuki jalur perairan tersebut tanpa koordinasi.

Peringatan itu disampaikan militer Iran menyusul rencana Washington untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di selat strategis tersebut.

Iran menegaskan keamanan Selat Hormuz berada di bawah kendali angkatan bersenjatanya.

“Kami memperingatkan setiap pasukan asing, terutama militer AS, yang memasuki wilayah ini akan menjadi sasaran,” kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi, seperti disiarkan media pemerintah Iran.

Ketegangan di kawasan ini dipicu konflik yang melibatkan Iran dan sekutunya, serta meningkatnya aktivitas militer di jalur pelayaran utama dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, gangguan pelayaran dilaporkan terjadi, termasuk penembakan dan penyitaan kapal.

BACA JUGA  Terduga Pelaku Penembak Donald Trump Ditangkap

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan AS akan membantu kapal-kapal yang tertahan untuk keluar dari Selat Hormuz. Namun, ia belum merinci mekanisme operasi tersebut.

Menurut Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan puluhan ribu awak terdampak akibat terganggunya jalur pelayaran di kawasan tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebutkan akan mendukung operasi pengawalan dengan pengerahan personel militer, pesawat, serta kapal perang.

Situasi ini turut memengaruhi stabilitas pasokan energi global. Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dan gas dunia, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak langsung pada harga energi internasional.

Di tengah eskalasi, Emmanuel Macron mendesak agar Selat Hormuz kembali dibuka melalui koordinasi antara AS dan Iran.

BACA JUGA  AS Dihantam Badai Salju 1.100 Penerbangan Dibatalkan

Ia menilai langkah diplomasi menjadi kunci untuk meredakan ketegangan.

“Pembukaan kembali secara terkoordinasi adalah satu-satunya solusi,” ujar Macron dalam pertemuan pemimpin Eropa.

Sejauh ini, upaya diplomatik masih berlangsung, termasuk proposal negosiasi dari Iran yang menawarkan kerangka kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran serta menghentikan konflik yang lebih luas di kawasan.(red)