Mega Manunggal Property Kembali Bangun Gudang Baru

Gudang MMP/Dok.MMP

Jakarta, SudutPandang.id-PT Mega Manunggal Property (MMP) Tbk kembali bersiap membangun gudang baru. Perusahaan provider sewa gudang ternama di Indonesia ini, tengah melakukan negosiasi dengan calon tenant.

“Saat ini, kami memiliki landbank seluas 30 ha yang belum dikembangkan. Rencananya akan dikembangkan mulai semester II ini dan tahun depan,” ujar Head of Finance & Investor Relation MMP, Asa Siahaan, dalam keterangan pers di Hotel Santika, TMII Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).

IMG-20220125-WA0002

Ia menjelaskan, gudang baru itu akan dibangun di luar ketiga gudang yang sedang dalam tahap pembangunan. Untuk lokasinya, Asa tak merincikan dengan detail. Namun, pihaknya akan membangun gedung di landbank perseroan.

“Wajar, hal tersebut lantaran sistem bisnis gudang yang ditawarkan perusahaan kami dengan sistem custom,” katanya.

“Terkait proyeksi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan lanjutan kami juga belum bisa memastikan. Namun, nantinya perusahaan akan menggunakan dana internal dan pinjaman bank dengan komposisi 30:70 guna konstruksinya,” tambah Asa.

Asa juga menerangkan, emiten dengan kode saham MMPL di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga tengah melihat-melihat lokasi baru di luar Pulau Jawa. Hal tersebut erat kaitannya dengan pembangunan infrastruktur saat ini.

“Permintaan barang dari luar Pulau Jawa meningkat, yang mana sedikit kurangnya terpengaruh dari sektor e-commerce,” ungkapnya.

Rp 250 Miliar

Head of Finance & Investor Relation Mega Manunggal PropertyAsa Siahaan (kanan)/Ist

 

Masih menurut Asa, perusahaan ini juga menargetkan pendapatan di atas nilai Rp 250 miliar pada tahun depan. Target pertumbuhan tersebut disokong oleh penambahan kontrak dua gudang baru di kawasan Tapos, Depok dan Jababeka.

“Mengenai realisasi capex, total pengeluaran MMLP hingga November 2019 adalah sekitar Rp500 miliar. Namun, alokasi capex untuk tahun 2020 mendatang masih belum bisa ditentukan. Hal ini dikarenakan proyek pembangunan gudang memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1,5 sampai 2 tahun. Jadi alokasi capex agak sulit untuk ditentukan lebih awal,” pungkasnya.(rkm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.