PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – UPT SMP Negeri 4 Pasuruan memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemetaan kemampuan awal peserta didik, penguatan karakter, peningkatan literasi digital, serta pembentukan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) tersebut dirancang untuk membantu sekolah mengenali potensi setiap siswa sejak awal sekaligus membekali mereka dengan nilai-nilai disiplin, religius, dan kesiapsiagaan menghadapi tantangan di lingkungan pendidikan.
Pada hari ketiga MPLS, seluruh murid baru mengenakan seragam sekolah asal masing-masing sebagai identitas awal sebelum menggunakan seragam resmi SMP.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari proses transisi peserta didik menuju jenjang pendidikan menengah pertama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembiasaan pagi di setiap kelas. Seluruh siswa mengikuti doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membaca surat-surat pendek Al-Qur’an, serta melakukan presensi.
Kegiatan tersebut didampingi oleh wali kelas bersama pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Pembiasaan pagi menjadi bagian dari program sekolah dalam membentuk karakter religius, disiplin, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama masuk sekolah.
Setelah itu, peserta didik mengikuti identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan tingkat konsentrasi belajar. Kegiatan ini bertujuan membantu guru memahami karakteristik masing-masing siswa sehingga proses pembelajaran ke depan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Sekolah juga melaksanakan asesmen literasi, asesmen numerasi, serta pemetaan bakat dan minat peserta didik. Seluruh asesmen dilakukan secara digital menggunakan telepon genggam yang telah dipersiapkan siswa dengan paket data aktif.
Untuk menjaga ketertiban dan memastikan pelaksanaan asesmen berlangsung jujur, pihak sekolah menerapkan prosedur khusus terhadap penggunaan telepon genggam.
Sebelum asesmen dimulai, seluruh perangkat dikumpulkan kepada wali kelas dalam kondisi mati atau nonaktif. Telepon genggam kemudian disimpan oleh wali kelas selama pelaksanaan kegiatan dan dikembalikan kepada masing-masing siswa menjelang pulang sekolah.
Setiap perangkat juga diberi label nama serta kelas untuk menghindari tertukar dengan milik peserta didik lainnya.
Selain mendukung pelaksanaan asesmen, sekolah mengimbau para orang tua yang belum melakukan pengukuran tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) anaknya agar segera melengkapinya. Data tersebut diperlukan sebagai bagian dari pendataan kesehatan peserta didik baru.
Memasuki sesi setelah istirahat, siswa mengikuti kegiatan literasi digital yang dipandu oleh wali kelas bersama pendamping OSIS.
Dalam kegiatan tersebut, para murid diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi digital secara cerdas, bertanggung jawab, aman, dan beretika.
Materi literasi digital diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif dalam menggunakan perangkat teknologi untuk mendukung proses belajar sekaligus menghindari berbagai dampak negatif penggunaan media digital.
Pada sesi berikutnya, sekolah melakukan penyesuaian materi MPLS. Materi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) digantikan dengan penguatan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Melalui materi tersebut, siswa diperkenalkan pada pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal mereka.
Sekolah berharap pemahaman mengenai SPAB dapat menumbuhkan budaya aman, meningkatkan kesadaran mitigasi bencana, serta membentuk peserta didik yang tanggap dalam menghadapi situasi darurat.
Selain menerima materi tersebut, beberapa kelas juga mengikuti tes fleksibilitas yang dipandu oleh guru olahraga, Lutfi.
Sementara itu, kelas lainnya menyelesaikan berbagai aktivitas yang masih menjadi bagian dari rangkaian MPLS.
Aktivitas tersebut meliputi penyusunan Komitmen Kelas 7KAIH, pembuatan Pohon Harapan, serta penyelesaian lembar observasi.
Berbagai kegiatan itu bertujuan memperkuat kebersamaan antarsiswa sekaligus membangun rasa memiliki terhadap lingkungan kelas.
Menjelang waktu Dzuhur, seluruh siswa melaksanakan Salat Dzuhur berjamaah di mushala sekolah dengan pendampingan panitia MPLS, wali kelas, serta pengurus OSIS.
Kegiatan ibadah berlangsung tertib dan menjadi bagian dari pembiasaan karakter religius yang terus dikembangkan sekolah.
Rangkaian kegiatan hari ketiga kemudian ditutup melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan bersama wali kelas sebelum seluruh peserta didik mengikuti doa penutup dan kembali ke rumah.
Kepala sekolah bersama panitia MPLS menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman awal yang positif bagi siswa baru.
Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi sarana membangun karakter, meningkatkan kemampuan literasi, memperkuat kesiapan belajar, serta menanamkan budaya sekolah yang aman, sehat, inklusif, dan berkesadaran.
Melalui pelaksanaan MPLS hari ketiga, UPT SMP Negeri 4 Pasuruan berharap setiap peserta didik mampu mengenali potensi dirinya sejak awal, beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, tangguh, cakap memanfaatkan teknologi digital, dan siap meraih prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. (ACZ/09)








