Najwa Shihab Kecam Pelaku KDRT, Netizen: Jadi ingat Rizky Billar dan Pengacaranya

Rizky Billar, lesti Kejora dan najwa shihab foto:(istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Isu KDRT Rizky Billar terhadap Lesti Kejora tengah menjadi buah bibir masyarakat. Najwa Shihab pun ikut mengecam perihal kekerasan dalam bentuk apapun. Menanggapi kasus Rizky Billar dan Lesti Kejora, Najwa Shihab angkat bicara.

Menurut Najwa Shihab, isu KDRT menjadi permasalahan penting di Indonesia khususnya bagi perempuan.

IMG-20220125-WA0002

Najwa Shihab membeberkan fakta soal kasus KDRT yang marak terjadi. Dia kaget bahwa ternyata data laporan KDRT lebih kecil daripada kasus yang sebenarnya terjadi.

“Data-data KDRT dari berbagai lembaga yang kredibel seperti puncak gunung es,” katanya.

“Jadi apa yang dilaporkan selalu hampir pasti lebih kecil dari kenyataan angka yang sebenarnya,” ungkap Najwa Shihab.

“Salah satu tantangan kita terbesar hari-hari ini sebagai perempuan di Indonesia adalah kekerasan,” katanya

Najwa menegaskan akan selalu membela dan mempercayai korban KDRT.

Dia menegaskan agar tidak memberi peluang bagi para pelaku untuk melakukan KDRT dalam berbagai bentuk.

“Jadi selalu percaya dan membela korban. Tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun, fisik, verbal, dan emosional,” tegasnya

Netizen jadi teringat komentar dari pengacara Rizky Billar yang membantah bahwa kliennya melakukan KDRT.

Ade Erpil mengaku sudah bertanya langsung ke Rizky Billar. Rizky Billar membantah membanting sang istri. Rizky Billar mengaku, Lesti Kejora tak sengaja kebanting

Netizen pun heboh. “Oo.. jadi yg pelaku KDRT itu sebenernya lesti dan korbannya billar. Tapi kenapa yg babak belur lesti yah?” kata netizen.

“Bang, ingat kata Mbak Nana, selalu percaya dengan korban KDRT,” sahut netizen lainnya.

“Bukti visum dan cctv bisa menjelaskan, ngomong mah bisa saja, bukti yg akan bicara,” komentar lainnya

“Rizky Billar tidak keluarkan statement apapun karen dia melakukan kekerasan,” kata yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.