Pemkab Blora Gandeng UGM Kembangkan Potensi Budidaya Ayam Kampung

Pemkab Blora Gandeng UGM Kembangkan Potensi Budidaya Ayam Kampung
Kepala DP4 Kabupaten Blora Ngaliman (kiri) dan Sekretaris Lilik Setyawan.(Foto: Teguh/Sudutpandang.id)

BLORA-JATENG|SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mengembangkan potensi budidaya ayam kampung pedaging sebagai upaya memperkuat peternakan lokal sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku kuliner khas daerah.

Kerja sama tersebut ditindaklanjuti melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora. Program ini merupakan gagasan Bupati Blora Arief Rohman untuk mengembangkan budidaya ayam kampung dari sektor hulu hingga hilir.

Kepala DP4 Kabupaten Blora Ngaliman mengatakan, pengembangan difokuskan pada ayam kampung tipe pedaging dengan melibatkan akademisi dan pakar dari UGM.

“Ini merupakan gagasan Bapak Bupati. Kami di Dinas Pertanian menindaklanjuti kerja sama dengan akademisi dan pakar dari UGM untuk pengembangannya,” ujar Ngaliman, Senin (24/8/2026).

Menurut Ngaliman, Blora memiliki potensi besar pada sektor hilir, khususnya kuliner berbahan ayam kampung seperti opor dan sate khas Blora. Namun, kebutuhan bahan baku tersebut masih sebagian dipenuhi dari luar daerah.

BACA JUGA  Terbakar Api Cemburu, Pria 33 Tahun Habisi Nyawa Istri Sendiri

“Kuliner khas kita banyak menggunakan ayam kampung, namun pasokannya justru diambil dari luar daerah. Ini merupakan peluang besar. Kita ingin menyiapkan dari hulunya hingga hilir agar kebutuhan kuliner khas ini bisa dipenuhi oleh peternak lokal kita sendiri,” kata Ngaliman yang akrab disapa Alim.

Petakan Peternak

Sebagai tahap awal, DP4 Blora melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap peternak ayam kampung di wilayah Blora.

Program tersebut menyasar berbagai kelompok, mulai dari peternak pemula, peternak milenial, kelompok ibu rumah tangga, hingga peternak skala menengah dan besar.

Selanjutnya, Pemkab Blora akan menggelar focus group discussion (FGD) untuk menentukan bentuk intervensi dan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok peternak.

“Bentuk pengembangannya nanti disesuaikan. Peternak pemula mungkin butuh bantuan bibit ayam, sementara peternak yang lebih besar butuh penguatan di sektor pakan atau manajemen pemeliharaan. Jadi pengembangannya tepat sasaran,” ujar Ngaliman.

BACA JUGA  Prilly Latuconsina Ungkap Alami Kesulitan Jadi Dosen

Dorong Sistem Terkandang

Dalam kerja sama tersebut, UGM akan memberikan pelatihan sistem budidaya intensif dengan pemeliharaan ayam di dalam kandang.

Sistem tersebut diterapkan untuk mengubah pola pemeliharaan tradisional yang masih membiarkan ayam berkeliaran. Pemeliharaan secara intensif diharapkan dapat menekan risiko penyebaran penyakit dan kematian ternak.

“Pola pemeliharaan liar sangat rentan terkena serangan virus. Bersama UGM, kita akan mendorong penerapan peternakan intensif dalam kandang, disertai manajemen kesehatan ternak yang memadai seperti sanitasi, fumigasi, hingga vaksinasi,” katanya.

Siapkan Dukungan Pembiayaan

Pemkab Blora juga berencana mengajukan pendanaan melalui program corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perbankan, BUMN, dan perusahaan swasta untuk mendukung program tersebut.

BACA JUGA  BNPB: Gempa NTT Sebabkan 95 Bangunan Rusak

Beberapa pihak yang menjadi sasaran kerja sama antara lain Bank Jateng, Pertamina, dan ExxonMobil untuk tahun anggaran 2026.

“CSR Bank Jateng fokus pada pengentasan kemiskinan, dan program ini sangat relevan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Harapan kita, sinergi antara pemerintah, akademisi UGM, dan dunia usaha ini dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat Blora secara berkelanjutan,” kata Ngaliman.(Teguh/01)