Polisi Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan di Lorong Rumah di Ciputat Timur

Avatar photo
ilustrasi. Danramil Aradide Gugur Ditembak OPM.Taruna STIP Jakarta asal Pulau Dewata jadi korban. Wartawan Palu. Ciputat Timur
ilustrasi

TANGSEL, SUDUTPANDANG.ID – Polisi masih menyelidiki penyebab kematian seorang pria berinisial DS (36) yang ditemukan meninggal dunia di sebuah lorong rumah di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangse), Banten, Sabtu (24/7/2026).

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, pihaknya bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.

“Hingga saat ini penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan. Jenazah telah ditangani sesuai prosedur untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata Bambang dalam keterangannya.

Menurut Bambang, penemuan jenazah berawal dari laporan warga yang mencium aroma tidak sedap dari sebuah lorong di Jalan Panda Raya, RT 004/RW 005, Kelurahan Pondok Ranji.

BACA JUGA  Soal Lahan Kayu Antap, Ahli Hukum Agraria Dr. Hasni Sebut Pemkot Tangsel Paksakan Kehendak

Merasa curiga, sejumlah warga kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Saat diperiksa, mereka menemukan korban dalam kondisi telentang dan telah meninggal dunia.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Polsek Ciputat Timur. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area, melakukan olah TKP, memeriksa kondisi awal jenazah, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan.

Bambang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut atau menemukan kejadian serupa di lingkungan sekitar. Langkah cepat dari masyarakat dinilai dapat membantu mempercepat proses penyelidikan.(red)