YOGYAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memberikan apresiasi kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok tandan buah segar (TBS) melalui PSR Award 2026 yang digelar di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).
PSR Award 2026 merupakan ajang penghargaan perdana yang diselenggarakan PTPN IV PalmCo untuk mengapresiasi pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam ekosistem kemitraan perusahaan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PTPN IV PalmCo, antara lain Komisaris Utama Desrial, Direktur Utama Jatmiko K. Santosa, Direktur Hubungan Kelembagaan Arya Sandhiyudha, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Hilda Savitri.
Hadir pula Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Heru Tri Widarto, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Setiyono, pemerintah daerah, dan mitra petani dari Regional 1 hingga 7.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, kemitraan dengan petani sawit rakyat merupakan bagian penting dari keberlangsungan operasional perusahaan.
“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Menurut Jatmiko, penguatan kemitraan diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat industri sawit nasional.
Lima Kategori Penghargaan
PSR Award 2026 terdiri atas lima kategori penghargaan yang penilaiannya dilakukan berdasarkan sejumlah indikator kinerja.
Lima kategori tersebut meliputi Kebun Plasma Terbaik, Regional PSR Terbaik, Regional Pembelian TBS Terbaik, Unit Pembelian TBS Terbaik, dan Pemasok TBS Terbaik.
Kategori Kebun Plasma Terbaik menilai produktivitas dan penerapan pengelolaan tunggal atau single management. Adapun Regional PSR Terbaik mempertimbangkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), realisasi luasan, serta persentase luas terhadap total lahan PTPN IV PalmCo.
Sementara itu, Regional Pembelian TBS Terbaik dinilai berdasarkan tonase terhadap RKAP, margin kontribusi terhadap RKAP, dan persentase pasokan TBS kepada PalmCo.
Unit Pembelian TBS Terbaik mempertimbangkan capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional. Adapun Pemasok TBS Terbaik dinilai berdasarkan kuantitas pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, serta ketepatan administrasi.
Dengan indikator tersebut, penghargaan tidak hanya mempertimbangkan jumlah pasokan, tetapi juga produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi dan tata kelola kemitraan.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha mengatakan, penyelenggaraan Gala Dinner dan PSR Award 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perusahaan dan petani sawit rakyat.
“Pelaksanaan Gala Dinner dan PSR Award PTPN IV PalmCo tahun 2026 yang diselenggarakan di Jogja ini akan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV,” ujarnya.
Menurut Arya, hubungan antara sektor hulu dan hilir perlu diperkuat untuk mendukung rantai nilai sawit yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Peran Pekebun Rakyat
Komisaris Utama PTPN IV PalmCo Desrial mengatakan, pekebun sawit rakyat memiliki peran besar dalam industri sawit nasional.
“Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42 persen sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita,” kata Desrial.
Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengapresiasi upaya PTPN IV PalmCo dalam memperkuat hubungan dengan petani sawit rakyat.
“Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) adalah harapan bagi petani,” ujar Setiyono.
Menurut Setiyono, keberhasilan program PSR perlu ditunjukkan melalui peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga petani, penguatan kelembagaan dan keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang.
Dorong Percepatan Program PSR
Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Heru Tri Widarto mengatakan, pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat secara nasional telah berkembang sejak dimulai pada 2016.
Ia menyebut Direktorat Jenderal Perkebunan telah menerbitkan rekomendasi teknis atau Rekomtek untuk sekitar 440.000 hektare lahan.
“Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru.
Namun, Heru menyebut realisasi PSR melalui jalur kemitraan masih sekitar 27.000 hektare. Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, PTPN, petani, dan mitra strategis untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut.
Heru juga mendorong PTPN IV PalmCo bersama para pemangku kepentingan memperkuat hubungan dengan petani plasma dan mempercepat penerbitan Rekomtek.
Menurutnya, peremajaan tanaman sawit tua perlu diikuti penggunaan benih unggul serta penerapan praktik budi daya yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS.
PTPN IV PalmCo menyatakan penguatan kemitraan melalui PSR dilakukan melalui pendampingan dan pengelolaan bersama. Pendampingan tersebut mencakup proses pemupukan, pemeliharaan, hingga panen sesuai standar yang ditetapkan.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus menjaga kualitas dan kesinambungan pasokan TBS ke pabrik pengolahan.(red)











