Puspa Dilindungi “Rafflesia arnoldii R.Br” Mekar Pertama Kali di Luar Habitat

"Rafflesia arnoldii R.Br" mekar pertama kali di luar habitat melalui konservasi "ex-situ" di Kebun Raya Bogor pada 12 September 2022. FOTO: Humas BRIN

BOGOR, SUDUTPANDANG.ID – Salah satu puspa atau tumbuhan yang dilindungi oleh pemerintah dari kepunahan yakni Rafflesia Arlodi R. Br. untuk pertama kalinya mekar di luat habitat alaminya.

“Setelah dilakukan upaya konservasi di luar habitatnya (ex-situ) sejak 16 tahun yang lalu, pada awal September 2022, Rafflesia Arnoldi R. Br. muncul beberapa knop bakal bunga dan salah satunya mekar pada 12 September 2022,” kata periset dan kurator Koleksi Rafflesia di Kebun Raya Bogor, Sofi Mursidawati dalam pernyataan Humas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diakses sudutpandang.id di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/9/2022).

IMG-20220125-WA0002

Rafflesia Arlodi R. Br. dilindungi oleh pemerintah dari kepunahan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993.

Tumbuhan ini merupakan endemik Sumatera, dan hanya terdapat 33 spesies di dunia.

Selain ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional, bunga raksasa kharismatik asal Bengkulu ini masuk dalam daftar tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1999 dan “IUCN Red list” dengan status konservasi terancam punah.

Sofi Mursidawati menyatakan bahwa jenis Rafflesia yang mekar itu merupakan Rafflesia arnoldii R. Br dan baru pertama kali mekar sebagai hasil budi daya di Kebun Raya Bogor.

“Meskipun diameternya tidak lebih 60 cm, namun jenis ini sudah dapat dipastikan adalah Rafflesia arnoldii R. Br,” katanya.

Ia menjelaskan Rafflesia arnoldii R. Br tumbuh di Tetrastigma lanceolarium (Roxb.) Planch sebagai inangnya yang ditanam pada 22 Januari 1953 sebagai hasil pertukaran tanaman (seed exchange) dari Florida, Amerika Serikat pada tahun 1952.

Sebelumnya Kebun Raya Bogor telah berhasil menumbuhkan “Rafflesia patma Bl.” untuk pertama kalinya pada tahun 2010, dan sampai saat ini telah mekar 16 kali (tahun 2019). (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.