Berita  

Wow, “Kerajaan” di Purworejo Ini Klaim Wilayah Kekuasaannya Hingga Seluruh Dunia

KAS
Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat/Facebook

Purworejo,SudutPandang.id-Masyarakat dihebohkan dengan kemunculan Kerajaan Agung Sejagat (KAS). Mereka mendirikan semacam keraton yang belum selesai pembangunannya, di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dikutip RMOLJateng, saat konferensi pers, pimpinan KAS yang dipanggil Sinuhun bernama asli Totok Santosa Hadiningrat mengklaim memiliki wilayah kekuasaan di seluruh negara di dunia. Dalihnya, tatanan di dunia ini terbesar adalah kekaisaran dan terkecil adalah berbentuk republik.

IMG-20220125-WA0002

Entah dari mana asal usul cerita Sang Sinuhun yang memiliki istri bergelar Kanjeng Ratu ini.

“Keberadaan kami adalah menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. Wilujengan Keraton Agung ini adalah untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa,” kata Totok yang bergelar sangat panjang namun hanya disingkat menjadi Rangkai Mataram Agung.

Kerajaan Agung Sejagat
Ruang Sidang Keraton Kerajaan Agung Sejagat/Facebook

“Keraton Agung memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). KAS memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika,” sambung Sinuhun.

Meski terdengar tak masuk akal, klaim tersebut ternyata dipercaya oleh pendukungnya yang menurut informasi berjumlah 425 orang. Bahkan dia juga mengklaim memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik keuangan, politik, pemerintahan, dan lain-lain.

Namun ketika didesak terkait caranya, Sinuhun tak dapat menjelaskannya secara gamblang. Ia juga menyatakan bisa mengeluarkan nota diplomatik.

Pasukan KAS
Pasukan Kerajaan Agung Sejagat/Foto:Facebook

Kanjeng Ratu, istri Sinuhun malah sempat naik nada suaranya ketika didesak untuk menyatakan, mengakui NKRI atau tidak, memiliki KTP Indonesia atau tidak. Pemilik nama asli Dyah ini juga mengaku dulu pernah ikut mendirikan Ormas Laskar Merah Putih.

Sementara itu, Jumeri yang rumahnya bersebelahan dengan ‘keraton’ mengatakan kalau sejak dulu tidak pernah ada sejarah di Pogung ada kerajaan.

“Kami merasa sangat terganggu, karena kegiatan mereka itu tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu,” jelas kakek yang sehari-hari juga Imam Masjid setempat.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.