PASURUAN – JATIM, SUDUTPANDANG.ID – Menjelang Idul Adha, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jatim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar bimbingan teknis (bimtek) tentang tata cara pemotongan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam dan prinsip kesejahteraan hewan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan itu diikuti oleh puluhan peserta se-Desa Patuguran. Selasa, (20/5/2025)
Acara bimtek dihadiri dua narasumber, yakn Dr Munif M.Ag dari MUI Kabupaten Pasuruan yang memaparkan aspek syar’i dalam pelaksanaan ibadah kurban, serta drh Yuli dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan yang menjelaskan standar teknis pemotongan hewan berdasarkan kaidah kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Ainur Alfiyah melalui drh Yuli menerangkan bahwa pentingnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan praktik peternakan modern karena pelaksanaan kurban bukan hanya ritual keagamaan saja, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap makhluk hidup yang dikurbankan.
“Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat memastikan pelaksanaan kurban yang sah, sehat, dan manusiawi,” katanya kepada peserta bimtek.
Para peserta tampak antusias dalam mengikuti materi yang dikemas interaktif, lengkap dengan simulasi pemotongan dan pengenalan titik-titik anatomi penting pada hewan kurban.
Diskusi berjalan dinamis, terutama terkait praktik yang selama ini dilakukan di lapangan dan upaya peningkatan standar pelaksanaan kurban di masjid-masjid.
Kepala Desa Patuguran, Khumaidi mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Bimtek ini. Dirinya berharap kegiatan yang di gelar oleh Dinas Peternakan dan Kabupaten Pasuruan ini menjadi agenda tahunan pemkab.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi tahunan Pemkab Pasuruan untuk meningkatkan kapasitas SDM masjid sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap aspek kesehatan dan etika dalam ibadah kurban. Dengan adanya acara ini, kami mengharap warga Desa Patuguran dapat menjadi pelopor pelaksanaan kurban yang profesional, sesuai syariat Islam tentunya” katanya.
Tidak hanya kegiatan sosialisasi saja, para peserta Bimtek juga mendapatkan bantuan berupa peralatan standard alat kerja proses penyembelihan hewan korban yang bersumber dari DBHCHT. (ACZ/02)

