BNPB Catat 30 Bencana Hingga Akhir Agustus 2025

BNPB
BNPB Catat 30 Bencana Hingga Akhir Agustus 2025 (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 30 kejadian bencana terjadi di Indonesia hingga Rabu (27/8/2025) pukul 07.00 WIB. Dari jumlah tersebut, 19 peristiwa masuk kategori signifikan karena menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi laporan BNPB. Di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sekitar 5 hektare lahan terbakar pada Minggu (24/8). Api masih dalam proses penanganan di lapangan. Di Kabupaten Aceh Besar, karhutla pada Selasa (26/8) menghanguskan 4 hektare lahan, namun api berhasil dipadamkan tim gabungan. Di Situbondo, Jawa Timur, kebakaran serupa melalap 5,7 hektare lahan dan berhasil dikendalikan.

Selain itu, Riau menjadi provinsi dengan catatan lahan terbakar terbesar. Sejak Januari hingga Agustus 2025, total 1.792,52 hektare hangus akibat karhutla. Satelit mendeteksi dua titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang pada 26 Agustus.

BACA JUGA  BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Lebat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara

BNPB juga memutakhirkan data kebakaran sumur minyak mentah di Blora, Jawa Tengah, yang menelan 4 korban jiwa meninggal dan 1 orang luka berat. Kebakaran ini memaksa 750 warga mengungsi serta merusak 5 rumah. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga 30 Agustus 2025.

Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur terus dipantau. Pada 26 Agustus, teramati kolom abu 600 meter di atas puncak. Sebanyak 20.777 jiwa terdampak dan pendataan masih berlangsung.

Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bencana kekeringan kini berdampak pada 7.235 KK atau 21.986 jiwa. BNPB bersama BPBD telah menyalurkan 166 ribu liter air bersih sejak 4 hingga 26 Agustus.

Sementara itu, banjir melanda Kota Bitung dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Di Bitung, 1.277 KK terdampak, Sedangkan di Bolaang Mongondow Timur sekitar 100 KK. Saat ini, kondisi air dilaporkan berangsur surut.

BACA JUGA  Polres Probolinggo gelar Patroli di Gunung Bromo saat Libur Idul Adha 2025

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pemerintah fokus pada keselamatan masyarakat. Sinergi terus diperkuat bersama BPBD, kementerian/lembaga, TNI, dan Polri untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Semua upaya penanganan diarahkan agar masyarakat tetap selamat dan kebutuhan daruratnya terpenuhi,”ujar Suharyanto.(PR/04)