JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara, pada Kamis (22/1/2026).
Kepala BMKG menyampaikan, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer, termasuk bibit siklon tropis, siklon tropis aktif, sirkulasi siklonik, serta daerah tekanan rendah.
BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Laut Sawu dengan kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot. Sistem ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 48-72 jam ke depan, meski dengan kategori risiko rendah hingga sedang.
Selain itu, Siklon Tropis Nokaen di Samudra Pasifik utara Papua Barat membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin, yang turut memengaruhi pola cuaca regional.
Sirkulasi siklonik dan daerah tekanan rendah di Samudra Hindia barat Aceh, Teluk Karpenteria, serta Samudra Hindia timur laut Papua semakin memperkuat pembentukan awan hujan.
Waspada
BMKG mengimbau warga di wilayah berikut untuk meningkatkan kewaspadaan di sejumlah wilayah. Antara lain Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu banjir, genangan air, tanah longsor, serta gangguan aktivitas dan transportasi.
Di Pulau Jawa bagian barat, hujan sedang diprakirakan meluas dari Serang hingga Yogyakarta, sementara hujan ringan berpeluang terjadi di Bengkulu, Palembang, Bandar Lampung, Surabaya, dan Samarinda.
Kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkalpinang, Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin.
BMKG juga mencatat potensi kabut di Padang serta udara kabur di Tanjung Selor yang dapat menurunkan jarak pandang.
Untuk wilayah timur Indonesia, hujan ringan diperkirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manado, Ternate, Jayapura, dan Jayawijaya. Sementara itu, kondisi berawan tebal berpeluang muncul di Gorontalo, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Nabire.
BMKG menekankan pentingnya pemantauan cuaca secara berkala, penyesuaian aktivitas luar ruang, serta kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi.
Informasi terkini mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat diakses melalui situs resmi BMKG di bmkg.go.id maupun akun media sosial @infobmkg.(01)









