Pertama di Indonesia, SMK Wikrama Bogor Luncurkan Laboratorium Security Operation Center (SOC)

SOC
Dirjen Pengawasan Ruang Digital, Kemkomdigi, Irjen (Pol) Dr Alexander Sabar (lima dari kiri), Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr Arie Wibowo Khurniawan (sembilan dari kiri), Kepala SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani, S.Si (dua dari kiri), Pembina Yayasan Prawitama, Ir Hj Itasia Dina Sulvianti, M.Si (sepuluh dari kiri), Paban Utama Sumber Daya Alam Staf Ahli Tk II Bidang Sumber Daya Nasional Mabes TNI-AU, Kolonel (Sus) Tri Priyo Widodo dan pihak industri berfoto bersama usai peluncuran Laboratorium Security Operation Center (SOC) di SMK Wikrama, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). FOTO: HO-Humas SMK Wikrama

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wikrama Kota Bogor, Jawa Barat, menorehkan prestasi lagi, di mana pelaksana Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) itu, pada Selasa (23/9/2025) meluncurkan Laboratorium Security Operation Center (SOC), dan menjadi SMK pertama di Indonesia yang memiliki laboratorium itu, yang dihadiri oleh Dirjen Pengawasan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Irjen (Pol) Dr Alexander Sabar.

Hadir juga dalam kesempatan itu Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak, Kepala SMK Wikrama, Iin Mulyani, S.Si, Pembina Yayasan Prawitama, Ir Hj Itasia Dina Sulvianti, M.Si, dan perwakilan dari pihak pemerintah dan industri dan perguruan tinggi terkait yang berkolaborasi dalam program Laboratorium SOC itu.

Mereka adalah Paban Utama Sumber Daya Alam Staf Ahli  Tk II Bidang Sumber Daya Nasional, Mabes TNI-AU, Kolonel (Sus) Tri Priyo Widodo, Ketua Tim Keamanan Siber dan Sandi Sektor Pendidikan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Adi Himawan, S.Sos, MM, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr Ervian Aulia Rahman.

BACA JUGA  Truk Kontainer Alami Kecelakaan Tunggal di Cempaka Putih

Kemudian, CEO Inotech Group, Hendra Suryakusuma, CEO Jagamaya, Tri Febrianto, Academik Partnership Manager EC Council, Agata Safira, Bagian Pusat Pengembangan Talenta  Institut Sains Dan Teknologi Nasional (ISTN), Muhammad Firmandana Pribadi dan pihak lainnya terkait.

Sementara itu Dirjen Pengawasan Ruang Digital, Irjen (Pol) Alexander Sabar menyatakan bahwa penggunan internet di Indonesia telah mencapai 225 juta orang atau 79 persen populasi dan menjadikan ruang digital bagian kehidupan penting sehari-hari .

Menurut dia perkembangan ini membuka peluang besar dalam akses informasi, literasi digital, hinga ekspresi kreatif , namun juga memunculkan ancaman serius seperti judi online, penipuan online, atau konten negatif.

Dalam menghadapi hal ini, Kemkomdigi mencatat sebanyak 2,84 juta konten negatif berhasil ditangani sejak 20 Oktober 2024 sampai hingga 21 September 2025.

Namun untuk membangun ruang digital Indonesia yang sehat, kata dia, diperlukan upaya yang mengikutsertakan seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya upaya dari pemerintah atau pihak tertentu saja.

BACA JUGA  Dari Dataran Tinggi Bogor, FWK Menyoroti Problem Kebangsaan

“Maka dari itu, memberikan ruang bagi anak-anak bangsa untuk berkontribusi dengan ide, kreativitas, dan teknologi merupakan langkah yang penting menuju ruang digital Indonesia yang lebih sehat,” katanya.

Ia juga ingin berbagi pengalaman di Kemkomdigi, yakni saat mereka dari Ditjen Pengawasan Ruang Digital menerima kunjungan dari tim Program Kreativitas Bidang Video Gagasan Konstruktif Mahasiswa Universitas Lampung (Unila).

Mereka berkunjung dalam rangka memaparkan solusi inovatif yang mereka namakan sebagai GATE System.

“Gate Sistyem ini mereka buat akibat kekhawatiran mereka terhadap banyaknya permasalahan judol (judi online) dan pornografi yang masih ada di ruang digital kita,” katanya.

Walaupun masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari solusi tersebut, pihaknya sangat menyaluti semangat dan keberanian para mahasiwa itu dalam menuangkan ide, mencari solusi dan mengambil peran nyata menjawab tantangan bangsa. Semangat inilah yang ingin saya lihat tumbuh di kalangan generasi muda Indonesia,” katanya.

“Saya yakin bahwa peresmian ini tidak hanya menandaskan terbangunnya laboratorium baru, namun memantik semangat adik-adik sekalian utuk terus meningkatkan ilmu, keterampilan, serta kemampuan dengan tujuan membantu meningkatkan ruang digital Indonesia yang lebih baik,” katanya.

BACA JUGA  Kodim 0819 Pasuruan Gelar Nuzulul Quran dan Buka Puasa

“Kami percaya peresmian ini akan menjadi bagian enting dam upaya besama “membangun rung digital Indonesia karena yang lebi aman, sehat dan berkelanjutan,” tambah Alexander Sabar.

Sedangkan Kepala SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani menambahkan bahwa hadirnya Laboratorium SOC itu, semata-mata adalah sumbangsih pihaknya untuk negeri terkait dengan persoalan keamanan siber di Tanah Air. (Red/02)