ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Asahan menyalurkan 4.900 kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sosial keagamaan dan sektor informal. Penyerahan simbolis dilakukan di Aula PT. BSP Kisaran, pada Selasa (15/10/2025), dihadiri Wakil Bupati Asahan, Rianto, pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, camat, dan penerima manfaat.
Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas perlindungan jaminan sosial tenaga kerja, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan risiko kerja.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Asahan, dengan pembiayaan melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Dari total 4.900 penerima, sebanyak 2.000 peserta dibiayai oleh Pemprov Sumut dan 2.900 peserta oleh Pemkab Asahan.
Penerima manfaat berasal dari berbagai kalangan, termasuk guru ngaji, bilal mayit, penggali kubur, hingga buruh kebun sawit. Mereka mendapat perlindungan dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan, mencakup jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, dan beasiswa bagi anak peserta.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Asahan, Azis Muslim, melaporkan bahwa tingkat kepesertaan BPJS di wilayah Asahan telah mencapai 41,3 persen. Dari Januari hingga September 2025, total manfaat yang telah disalurkan mencapai Rp130 miliar, dengan Rp22,47 miliar di antaranya diberikan kepada pekerja PT. BSP Asahan.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Asahan yang terus mendorong perluasan perlindungan tenaga kerja informal. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari risiko kerja,” ungkap Azis.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asahan Rianto menyerahkan langsung santunan jaminan kematian dan kecelakaan kerja kepada ahli waris peserta. Ia mengajak seluruh camat dan kepala desa agar aktif menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan di wilayahnya.
“Dengan iuran hanya Rp16.800 per bulan, peserta bisa mendapatkan perlindungan maksimal. Ahli waris bahkan bisa menerima santunan hingga Rp42 juta. Ini bukti nyata bahwa perlindungan sosial bukan hal mahal,” tegas Rianto.
Ia berharap program ini dapat berlanjut setiap tahun serta mendorong masyarakat yang mampu untuk mendaftar secara mandiri, sehingga perlindungan tenaga kerja di Asahan semakin inklusif dan berkelanjutan.
Penyerahan ribuan kartu BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi langkah besar menuju Asahan Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan, di mana seluruh pekerja baik formal maupun informal mendapatkan jaminan sosial dan rasa aman dalam bekerja.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan, Asahan menargetkan peningkatan kepesertaan hingga di atas 50 persen pada tahun depan.(MA/04)










