Setahun Pemerintahan Prabowo, Menpora Perkuat DBON Menuju Indonesia Emas 2045

Menpora
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir (Foto: SP)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Kabinet Merah Putih, berbagai capaian strategis mulai terlihat di berbagai sektor, termasuk kepemudaan dan olahraga. Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, pemerintah berhasil menjalankan delapan langkah utama untuk memperkuat fondasi pembangunan olahraga nasional.

Salah satu fokus utama Erick Thohir adalah melanjutkan implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) peta jalan jangka panjang yang menjadi arah pengembangan olahraga Indonesia hingga tahun 2045.

Program DBON yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 merupakan panduan utama dalam membangun ekosistem olahraga Indonesia yang efektif, berkelanjutan, dan berprestasi global.

Tiga pilar utama DBON mencakup olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi, dengan fokus utama mendorong atlet Indonesia bersaing di ajang internasional seperti Olimpiade.

BACA JUGA  Busana Siti Nurhaliza Jadi Sorotan Saat Krisdayanti ke Malaysia

“Kami ingin memastikan pembangunan olahraga dilakukan secara terarah dan kompetitif. Karena itu, akan ada sistem promosi dan degradasi bagi cabang olahraga unggulan,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).

Menpora Erick menegaskan bahwa sistem reward and punishment akan diberlakukan untuk memastikan setiap cabang olahraga bersaing secara sehat dan berorientasi hasil.

Saat ini terdapat 14 cabang olahraga unggulan nasional yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan DBON, di antaranya Bulutangkis, Angkat besi, Panjat tebing, Panahan, Menembak, Wushu, Karate, Taekwondo, Balap sepeda, Renang, Atletik, Senam artistik, Pencak silat dan Dayung.

Cabang-cabang tersebut kini menjalani pelatnas di Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), Jakarta, sebagai bagian dari program pembinaan jangka panjang.

“Kalau ada cabang yang tidak serius mengejar target prestasi, bisa saja mereka kehilangan status olahraga unggulan. DBON adalah sistem yang dinamis,” tegas Erick.

BACA JUGA  Babinsa Mojokrapak Monitoring Pendataan PTSL

Dalam momentum serah terima jabatan (sertijab) dari Dito Ariotedjo ke Erick Thohir beberapa waktu lalu, Erick menegaskan pentingnya konsolidasi roadmap olahraga dan kepemudaan hingga 2045.

Ia bahkan berencana mengundang mantan Menpora dari berbagai periode untuk menyusun strategi bersama.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Saya ingin semua pihak sepakat dengan roadmap besar ini agar arah pembangunan olahraga nasional jelas hingga Indonesia Emas 2045,” ujar Erick.

Selain fokus pada prestasi, Menpora Erick Thohir juga menekankan pentingnya memasyarakatkan olahraga di era modern. Ia menilai bahwa kegiatan seperti Car Free Day (CFD), festival olahraga, hingga komunitas senam dapat menjadi sarana efektif memperkuat kesehatan mental dan sosial masyarakat.

“Olahraga bukan hanya tentang prestasi, tapi juga tentang menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat,” jelas Erick.

BACA JUGA  KCIC Cegah Lonjakan Penumpang Whoosh Saat Libur Lebaran

Dalam jangka panjang, Kemenpora berkomitmen mengembangkan pusat pelatihan atlet berbasis kelompok umur, agar Indonesia mampu melahirkan generasi atlet baru yang siap berkompetisi di level dunia.

“Negara-negara maju sukses di Olimpiade karena memiliki sistem pelatihan yang kuat sejak usia muda. Kita akan mengadopsi pendekatan itu tanpa meninggalkan akar lokal,” pungkas Erick Thohir.(04)