JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya kawasan pelabuhan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pendekatan keselamatan tidak hanya diterapkan di dalam area kerja pelabuhan, tetapi juga diperluas hingga ke lingkungan permukiman warga.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), IPC TPK mengadakan Pelatihan Tanggap Darurat Kebakaran bagi masyarakat Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
Kelurahan Warakas yang berbatasan langsung dengan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi serta memiliki potensi risiko kebakaran yang signifikan.
Menyadari kondisi tersebut, IPC TPK melakukan langkah preventif dengan membekali warga kemampuan dasar dalam penanganan keadaan darurat agar dapat melakukan respons awal secara cepat dan tepat.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan 14 Rukun Warga (RW), Karang Taruna, PPSU, Babinsa, PKK, serta unsur perangkat kelurahan lainnya. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sektor Kecamatan Tanjung Priok.
Materi pelatihan mencakup teori pencegahan kebakaran, pengenalan jenis dan sumber api, praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi pemadaman kebakaran skala kecil.
Sebagai wujud dukungan nyata terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, IPC TPK juga menyalurkan bantuan berupa lima unit APAR baru dan melakukan pengisian ulang terhadap 33 unit APAR milik warga.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan kebakaran secara mandiri saat kondisi darurat.
“Masyarakat sekitar merupakan bagian penting dari ekosistem pelabuhan. Ketika warga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menangani kebakaran, risiko dapat diminimalkan dan lingkungan menjadi lebih aman bagi semua pihak,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK dikutip Kamis (5/2/2026).
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, serta warga menjadi kunci terciptanya kawasan yang tangguh,” tambahnya.
Apresiasi dan dukungan juga disampaikan oleh Sumarno, PLT Kepala Sektor Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kecamatan Tanjung Priok.
“Harapannya dengan pelatihan dan pemahaman yang diberikan hari ini, angka kejadian kebakaran di Warakas dapat turun, sehingga masyarakat semakin siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lurah Warakas, Sri Diana Tungga Dewi, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah kelurahan dan IPC TPK dalam memperkuat upaya keselamatan lingkungan masyarakat.
Melalui pelatihan tersebut, IPC TPK mendorong terbentuknya penggerak keselamatan (safety champion) di tingkat komunitas yang diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan serta menumbuhkan budaya sadar keselamatan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Program TJSL ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran dan bencana di sekitar kawasan pelabuhan.
Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat serta penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan lokal, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kawasan pelabuhan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.(PR/04)










