TMMD ke-127 Kediri Resmi Ditutup, Kasdam V/Brawijaya Sebut Seluruh Sasaran Rampung 100 Persen

Upacara penutupan TMMD ke-127 Kediri resmi ditutup
Upacara penutupan TMMD ke-127 Kediri resmi ditutup, pada Rabu (11/3/2026). (Foto : Istimewa)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0809/Kediri resmi ditutup melalui upacara di Lapangan Dusun Sumberbahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Rabu (11/3/2026).

Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar. Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dengan jumlah peserta sekitar 400 orang.

Dalam keterangannya, Brigjen TNI Zainul Bahar mengatakan pelaksanaan TMMD yang berlangsung selama satu bulan sejak 10 Februari hingga 11 Maret 2026 berhasil menyelesaikan seluruh sasaran program.

“Alhamdulillah kegiatan TMMD ini dilaksanakan selama satu bulan dan semua sasaran pokok sudah tercapai 100 persen. Bahkan ada beberapa sasaran yang over prestasi,” kata Zainul Bahar.

BACA JUGA  Ridwan Kamil Ajak Organisasi Pemuda Perkuat Persatuan Bukan Pertengkaran

Salah satu sasaran utama dalam program tersebut adalah pembangunan jalan desa yang menghubungkan Dusun Sumberbahagia dengan Dusun Kapasan di Desa Gadungan.

Menurut dia, jalan sepanjang sekitar 1,6 kilometer tersebut sebelumnya berupa tanah dan sering menjadi kubangan yang rawan menyebabkan kecelakaan.

“Dari yang tadinya jalan tanah dengan kondisi banyak kubangan dan sering terjadi kecelakaan, sekarang sudah diperkeras hingga pengaspalan. Ini usulan dari masyarakat melalui kepala desa dan Babinsa yang kemudian disurvei hingga ke tingkat kodim,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas dan perekonomian desa.

Brigjen TNI Zainul Bahar juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan melalui program TMMD.

BACA JUGA  SAR Evakuasi Jenazah Polisi Korban Kecelakaan Helikopter

“Kalau membangun itu sebenarnya mudah, tetapi yang paling penting adalah memelihara dan menjaganya. Masyarakat harus turut serta mengawasi agar jalan ini tetap terawat,” katanya.

Ia mencontohkan perlunya pembatasan kendaraan berat yang melintas agar tidak merusak infrastruktur yang baru dibangun.

Selain pembangunan jalan desa, program TMMD di wilayah tersebut juga mencakup renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembangunan fasilitas ibadah.

“Untuk RTLH sudah selesai 100 persen. Mushola yang tadinya kecil juga sudah diratakan dan dibangun kembali. Insyaallah desainnya nanti memungkinkan untuk dikembangkan hingga dua lantai,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa program TMMD merupakan kegiatan rutin TNI AD yang dilaksanakan empat kali dalam setahun di berbagai daerah.

BACA JUGA  Tawa, Kebersamaan, dan Semangat Juang Warnai Peringatan Hari Kemerdekaan di Korem 081/DSJ

Melalui program tersebut, TNI berupaya membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Program ini berkelanjutan. Setiap tahun kita laksanakan empat kali. Nanti akan bergantian di daerah lain sesuai skala prioritas kebutuhan masyarakat,” pungkas Brigjen TNI Zainul Bahar.(CN)