ISTAF Selidiki Insiden Final Sepak Takraw Dunia 2026 Malaysia vs Thailand

ISTAF Selidiki Insiden Final Sepak Takraw Dunia 2026 Malaysia vs Thailand
Foto: Dok. ISTAF

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) menyatakan akan menindaklanjuti insiden yang terjadi pada final nomor regu Piala Dunia Sepak Takraw 2026 antara Malaysia dan Thailand yang berlangsung di Stadion Titiwangsa, Kuala Lumpur, Sabtu (30/5/2026).

ISTAF menyebut kasus tersebut telah dilimpahkan kepada badan disiplin untuk dilakukan penelaahan lebih lanjut, terutama terkait aspek pelanggaran aturan pertandingan dan perilaku tim dalam laga final tersebut.

“Kasus ini telah dirujuk kepada badan disiplin yang berkaitan untuk peninjauan lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi ISTAF dilansir Sudutpandang.id, Kamis (4/6/2026).

Disebutkan, insiden bermula saat pertandingan memasuki set penentuan. Wasit pertandingan menyatakan seorang pemain Thailand melakukan pelanggaran setelah melewati garis tengah saat melakukan serangan.

BACA JUGA  Munaslub PB PSTI Ricuh, Menpora Erick Dorong Penyelesaian Lewat BAKI

Keputusan tersebut diberikan sesuai Peraturan Permainan ISTAF, yang kemudian menghasilkan poin untuk Malaysia.

Pihak Thailand kemudian mengajukan peninjauan melalui sistem challenge. Namun, perangkat pertandingan menjelaskan bahwa pelanggaran garis tengah tidak termasuk dalam kategori keputusan yang dapat ditinjau melalui sistem tersebut.

ISTAF menyebut penjelasan terkait aturan tersebut telah disampaikan kepada tim Thailand oleh perangkat pertandingan di lapangan.

Thailand Tidak Lanjutkan Pertandingan

Setelah keputusan wasit dan penjelasan aturan disampaikan, tim Thailand dilaporkan tidak melanjutkan pertandingan.

Selain itu, tim Negeri Gajah Putih juga tidak kembali ke lapangan dalam batas waktu yang ditentukan sesuai regulasi kompetisi.

Berdasarkan Buku Panduan Teknis ISTAF, wasit kemudian memutuskan Thailand kalah walk over (WO), sehingga kemenangan diberikan kepada Malaysia.

BACA JUGA  Kompaknya Forkopimka dan Warga Krian dalam Semarak Dirgahayu RI Ke-80

ISTAF menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil sesuai dengan ketentuan pertandingan yang berlaku.

Federasi menyatakan badan disiplin masih melakukan penelaahan terhadap seluruh rangkaian insiden tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait peristiwa di final tersebut.(red)