Bakauheni Mulai Lengang, Arus Balik Tak Lagi Menumpuk

Avatar photo
Bakauheni Mulai Lengang, Arus Balik Tak Lagi Menumpuk
Pelabuhan Bakauheni (Foto: FN/Sudutpandang.id)

LAMPUNG, SUDUTPANDANG.ID – Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai lengang seiring meredanya arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera menuju Jawa. Kepadatan penumpang dan kendaraan yang sempat terjadi pada puncak arus balik kini tidak lagi terlihat menumpuk seperti hari-hari sebelumnya.

Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah penumpang yang menyeberang dalam 24 jam pada 26 Maret 2026 (H+5) tercatat sebanyak 103.325 orang. Angka ini turun 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 129.853 orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menyeberang Pelabuhan Bakauheni. Tercatat sebanyak 26.891 unit kendaraan melintas, berkurang 25,2 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 35.965 unit.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan kondisi ini menandakan puncak arus balik telah terlewati.

BACA JUGA  Jumlah Pejalan Kaki di Pelabuhan Bakauheni Tahun Ini Meningkat

Menurutnya, lonjakan tertinggi pergerakan pemudik terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran.

“Pergerakan masyarakat saat ini mulai melandai, baik dari sisi penumpang maupun kendaraan pribadi,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Secara rinci, penurunan paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua yang tercatat sebanyak 10.366 unit atau turun 41,2 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara kendaraan roda empat mencapai 13.541 unit atau menurun 18,5 persen.

Partogi menilai, perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) dinilai membuat pemudik lebih leluasa menentukan waktu perjalanan sehingga arus balik tidak terpusat pada satu waktu.

“Pemudik kini cenderung mengatur jadwal perjalanan lebih tersebar, sehingga kepadatan dapat dihindari,” katanya.

BACA JUGA  Arus Balik, Pemudik Padati Pelabuhan Bakauheni

Di sisi lain, arus kendaraan logistik dan angkutan umum justru menunjukkan peningkatan. Jumlah truk yang menyeberang tercatat sebanyak 2.288 unit atau naik 84,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, kendaraan bus mencapai 696 unit atau meningkat 49 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan aktivitas distribusi barang dan mobilitas penumpang melalui transportasi umum yang tetap tinggi selama periode arus balik.

Secara kumulatif, pergerakan penumpang dari H-10 hingga H+4 masih menunjukkan peningkatan. Total penumpang tercatat mencapai 936.670 orang atau naik 12,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.(PR/01)