Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, MUI Sampaikan Belasungkawa

Avatar photo
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, MUI Sampaikan Belasungkawa
Satgas Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL. (Foto:Dok. BBC News)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Atas peristiwa tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan belasungkawa dan penghormatan kepada para prajurit yang wafat dalam tugas kemanusiaan di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketiga prajurit TNI tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka gugur setelah terjadi serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan yang menghantam sektor penugasan pasukan Indonesia.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para prajurit yang dinilai telah menjalankan tugas mulia untuk melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas kawasan konflik.

BACA JUGA  Yusril: Prabowo-Gibran Akan Dideklarasikan

“MUI mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya tiga prajurit terbaik yang dimiliki oleh Indonesia pada saat tugas menjalankan perlindungan terhadap warga sipil sebagai bagian dari upaya mewujudkan perdamaian di dalam tugas PBB untuk menjaga perdamaian,” ujar Ni’am dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Insiden tersebut terjadi di sektor yang ditempati pasukan Indonesia di wilayah Adshit Al-Qusyar, Lebanon Selatan. Lokasi itu berada dalam area tanggung jawab pasukan Indobatt yang tergabung dalam Kontingen Garuda. Serangan artileri dilaporkan menghantam area permukiman dan pos pengamatan pasukan penjaga perdamaian.

Selain korban jiwa, beberapa prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan militer di sektor timur wilayah operasi.

BACA JUGA  Mahfud MD Anggap Pernyataan Jokowi soal Penundaan Pemilu 2024 Sudah Benar

Proses Investigasi dan Pemulangan

Pihak TNI bersama otoritas misi PBB saat ini masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Proses pemulangan jenazah para prajurit ke Indonesia juga tengah disiapkan dengan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kedutaan Besar RI di Beirut.

TNI menegaskan bahwa para prajurit yang bertugas dalam misi UNIFIL telah menjalankan mandat internasional sesuai hukum humaniter dan aturan pelibatan yang ditetapkan PBB.

Keikutsertaan Indonesia dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen global untuk menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Para prajurit yang gugur disebut telah menunjukkan dedikasi tinggi dan profesionalisme selama bertugas di wilayah konflik tersebut.(PR/01)