JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Garudayaksa FC menunjukkan mental kuat dengan menahan imbang Persiraja Banda Aceh 2-2 dalam lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion H Dimurthala Lampineung, Minggu (19/4) malam. Gol penyama kedudukan di masa injury time memastikan tim tamu pulang dengan satu poin penting.
Hasil ini membuat Garudayaksa FC tetap kokoh di peringkat kedua klasemen sementara dengan 46 poin, menjaga peluang dalam persaingan papan atas. Sementara Persiraja Banda Aceh tertahan di posisi kelima dengan 38 poin.
Sejak awal pertandingan, Garudayaksa tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik. Tim tamu memanfaatkan kondisi tuan rumah yang kehilangan sejumlah pemain kunci di lini tengah, sehingga mampu mengontrol tempo permainan dan membangun serangan secara terorganisir.
Tekanan yang dibangun Garudayaksa akhirnya berbuah hasil pada menit ke-23. Christian Frydek membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Persiraja, M. Reza. Gol tersebut semakin mempertegas dominasi tim tamu pada babak pertama.
Meski unggul, Garudayaksa tetap menjaga intensitas serangan dan disiplin dalam bertahan. Persiraja yang mencoba bangkit beberapa kali melancarkan serangan, namun belum mampu menembus rapatnya lini pertahanan tim tamu. Skor 1-0 untuk keunggulan Garudayaksa bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan dari Persiraja meningkat. Tuan rumah tampil lebih agresif dan mencoba mengambil alih permainan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-56 melalui gol Faris Adit yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan dengan tempo tinggi. Garudayaksa tetap mengandalkan permainan kolektif dan serangan cepat, sementara Persiraja mencoba memanfaatkan dukungan publik tuan rumah untuk menekan lebih intens.
Memasuki menit akhir, Persiraja berhasil berbalik unggul pada menit ke-87 melalui sundulan Aditya Angga yang memanfaatkan umpan lambung dari Asgal Habib. Gol tersebut sempat membuat tim tuan rumah berada di atas angin.
Namun, Garudayaksa FC menunjukkan karakter kuat dengan tidak menyerah hingga peluit akhir. Tim tamu terus menekan pertahanan Persiraja di masa tambahan waktu. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-102.
Christian Frydek kembali menjadi pembeda dengan mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas. Sepakan akuratnya gagal diantisipasi kiper Persiraja, sehingga skor berubah menjadi 2-2.
Gol di menit akhir tersebut menjadi bukti determinasi Garudayaksa yang tetap fokus hingga detik terakhir pertandingan. Hasil imbang ini terasa seperti kemenangan bagi tim tamu yang mampu mencuri poin di kandang lawan setelah sempat tertinggal.
Secara keseluruhan, Garudayaksa tampil lebih konsisten dalam menjaga ritme permainan sepanjang laga. Dominasi di babak pertama serta kemampuan bangkit di menit akhir menjadi kunci keberhasilan mereka membawa pulang satu poin penting.
Di sisi lain, Persiraja harus melakukan evaluasi, terutama dalam menjaga keunggulan di menit-menit krusial. Meski sempat membalikkan keadaan, kelengahan di masa injury time membuat mereka gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Bagi Garudayaksa FC, hasil ini memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen Pegadaian Championship 2025/2026. Konsistensi performa serta mental bertanding yang kuat menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Dengan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin memiliki arti penting. Garudayaksa kini terus menjaga asa dalam perebutan posisi puncak klasemen, sementara Persiraja harus bekerja lebih keras untuk memperbaiki posisi mereka di sisa musim.(09/AGF).










